KLIK SAJA - Jauh di bagian tenggara kepulauan Maluku, terdapat daerah sedang berkembang, yaitu Kota Tual di Pulau Dullah.
Pada jaman dahulu, Tual merupakan salah satu rute maritim utama perdagangan rempah-rempah yang membentang dari Maluku ke selatan menuju Kepulauan Sunda Kecil dan Jawa.
Secara geografris kota ini masuk dalam Kepulauan Kei, bahkan pernah menjadi bagian pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Maluku Tenggara sebelum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2007 disahkan.
Namun semenjak tahun 2007, statusnya menjadi kota otonom terpisah dari kabupaten Maluku Tenggara.
Walau demikian, seiring berjalan kota ini makin berkembang dan bahkan menopang perekonomian bagi pulau-pulau kecil di sekitarnya hingga kini.
Salah satu faktor kota Tual menjadi sangat berkembang adalah keberadaan jalur pelayaran yang melintasi Kepulauan Kei sekitarnya.
Bisa dikatakan pada saat ini, baik jalur perintis maupun pelayaran kapal Pelni sudah cukup sering menyambangi kota Tual dan kepulauan sekitarnya.
Sehingga dengan lancarnya jadwal transportasi laut pada kepulauan ini, secara langsung meningkatkan kegiatan ekonomi pada kepulauan terpencil ini.
Adalah Pelabuhan Tual yang merupakan pusat urat nadi ekonomi pada kepulauan ini.
Berikut Trayek-trayek pelayaran umum yang ada di Kota Tual Antara lain:
Trayek Kapal PELNI (KM Labobar, KM Sirimau, KM Tatamailau).
Jalur pelayaran Pelni bisa menyambangi Pelabuhan Tual dua hingga empat kali dalam sebulan, tergantung penjadwalan, kondisi cuaca dan peningkatan trafik pada hari raya.
Para pembaca sekalian bisa mencatat jadwal kapal Pelni yang menyambangi Tual pada artikel-artikel kami.
Jadwal Kapal Pelni selalu kami update setiap minggunya, apabila terdapat perubahan jadwal.