Menurut Hetifah, skema tersebut dapat membantu sekolah yang memiliki jarak jauh dari dapur MBG.
Dengan begitu, proses distribusi makanan kepada siswa bisa menjadi lebih sederhana.
Namun sekolah tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum menjalankan sistem tersebut.
Kualitas Makanan Jadi Salah Satu Pertimbangan
Sistem berbasis sekolah juga dianggap dapat membantu menjaga kualitas makanan yang diterima siswa.
Sebab, cakupan distribusi yang lebih kecil memungkinkan pengawasan dilakukan lebih dekat.
Hetifah menilai sekolah yang memiliki praktik baik bisa menjadi contoh penerapan.
"Jadi itu ada beberapa sekolah yang punya praktik baik. Nah kita lihat gitu kok bisa dia bagus nah jadi persyaratannya," jelas Hetifah.
Kualitas makanan menjadi perhatian penting setelah sebelumnya muncul berbagai sorotan terhadap pelaksanaan MBG.
Karena itu, mekanisme distribusi menjadi salah satu faktor yang terus dievaluasi.
Konsepnya Disebut Mirip School Meal Jepang
Wacana MBG berbasis kantin sekolah juga disebut memiliki kemiripan dengan program school meal di Jepang.
Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menjelaskan bahwa school meal Jepang menjadi bagian dari sistem pendidikan.
"Program school meal di Jepang diposisikan sebagai bagian integral dari pendidikan, sekaligus mencakup pengelolaan dan operasional yang komprehensif," kata Takeda dalam Seminar 'Shokuiku' pada Februari 2026 lalu.
Artikel Terkait
Info Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Periode 1 – 15 Juni 2026 Rute Jayapura – Nabire – Manokwari – Ambon – Makassar – Surabaya
Cek Info Jadwal Kapal Laut Rute Surabaya ke Balikpapan Bulan Juni 2026, Catat Tanggal Pentingnya!
Info Jadwal Kapal Damai Lautan Nusantara Rute Lombok ke Surabaya Periode 4 – 8 Juni 2026
Info Jadwal Kapal Damai Lautan Nusantara Rute Surabaya ke Balikpapan Periode 3 – 27 Juni 2026, Lengkap Link Pembelian Tiket Resminya!
Info Jadwal Kapal Damai Lautan Nusantara Rute Balikpapan ke Surabaya Bulan Juni 2026