Awak kabin kemudian beberapa kali meminta penumpang mematikan seluruh koneksi Bluetooth mereka.
Namun setelah peringatan diberikan, masih ada perangkat yang tetap terdeteksi aktif.
Situasi tersebut membuat maskapai memutuskan mengambil langkah pencegahan dengan kembali ke bandara asal.
Baca Juga: Bukan Trans Siberia, Ini Rute Kereta Api Terpanjang di Dunia Tahun 2026 dengan Jarak Capai 18.000 Km
Nama Bluetooth Diduga Menggunakan Kata ‘Bomb’
Sejumlah laporan media internasional menyebut perangkat Bluetooth yang memicu kepanikan tersebut diduga menggunakan nama “BOMB”.
Perangkat itu disebut milik seorang remaja berusia 16 tahun yang membawa speaker Bluetooth atau perangkat wearable.
Nama tersebut tetap muncul dalam daftar koneksi Bluetooth yang bisa dideteksi oleh perangkat lain di dalam pesawat.
Awak kabin menganggap situasi tersebut sebagai potensi ancaman sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja.
Langkah pengamanan pun langsung diterapkan sesuai prosedur penerbangan internasional.
Penumpang Dievakuasi dan Pesawat Digeledah
Setelah mendarat kembali di Newark, seluruh penumpang diminta turun dari pesawat.
Aparat keamanan pelabuhan udara bersama tim terkait kemudian melakukan penyisiran menyeluruh terhadap pesawat.
Pemeriksaan dilakukan termasuk pada area kabin hingga ruang kargo untuk memastikan tidak ada ancaman nyata.
Penumpang juga harus menjalani pemeriksaan ulang oleh petugas keamanan bandara.
Artikel Terkait
Jadwal Keberangkatan Bus PO Harapan Jaya Periode 1–15 Juni 2026 Rute Tulungagung – Blitar – Wlingi – Kepanjen – Malang – Pandaan – Sidoarjo – Surabaya
Viral di Menteng Jakarta Pusat, Bule Diduga Menolak Bayar Makanan dan Singgung Pembangunan Indonesia Saat Ditegur
Kronologi Pengakuan Mantan Rekan Bos Hanania Travel, Dari Jual BMW hingga Dugaan Penjiplakan Konsep Travel Milenial
Viral Pengemudi Sigra Rusak Spion Mobil di Tol JORR, Ini Motif dan Fakta Penangkapannya
Ledakan di Kompleks Perikanan Biak Papua Rusak Belasan Rumah, Ini Fakta dan Data Korbannya