Dugaan TPPO Berkedok Kerja Tebu di OKI, 8 Warga Karawang Dijanjikan Gaji Rp420 Ribu per Hari

photo author
- Jumat, 8 Mei 2026 | 04:40 WIB
Dugaan TPPO Berkedok Kerja Tebu di OKI, 8 Warga Karawang Dijanjikan Gaji Rp420 Ribu per Hari (Menyoroti dugaan kasus TPPO yang dialami 8 warga Karawang yang kini dipulangkan dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (Instagram.com/@halokrw))
Dugaan TPPO Berkedok Kerja Tebu di OKI, 8 Warga Karawang Dijanjikan Gaji Rp420 Ribu per Hari (Menyoroti dugaan kasus TPPO yang dialami 8 warga Karawang yang kini dipulangkan dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (Instagram.com/@halokrw))

Perbedaan pencatatan tersebut membuat para pekerja merasa dirugikan karena berdampak langsung pada upah yang diterima.

Bahkan dari pekerjaan berat tersebut, Dede mengaku hanya menerima bayaran sekitar Rp1,64 juta.

Korban Mengaku Banyak Potongan Tak Masuk Akal

Situasi para pekerja disebut semakin sulit ketika berbagai biaya mulai dibebankan kepada mereka.

Janji makan dan minum gratis yang sebelumnya disampaikan ternyata tidak diberikan selama bekerja di lokasi perkebunan.

Akibatnya, para pekerja diduga harus berutang di warung setempat untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Selain itu, para korban juga mengaku mengalami berbagai potongan biaya dari mandor yang dianggap tidak wajar.

"Banyak potongan dari mandor yang enggak masuk akal," beber Dede.

Bupati Karawang Sebut Mirip Praktik Perbudakan

Pemerintah Kabupaten Karawang akhirnya menjemput langsung para korban setelah mereka berhasil kembali ke daerah asal.

Baca Juga: Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 49 Periode 10 – 22 Mei 2026 Rute Bima – Reo – Makassar – Jampea – Waikelo – Ende – Sabu

Delapan warga Karawang yang dipulangkan yakni Dede Erwin (45), Jihad Akbar (29), Jamal Jamaludin (27), Nandika Gumilang (29), Indoh Sugara (50), Acep Fahrudin (26), Sukama (50), dan Rehan Pratama (15).

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menilai kasus tersebut memiliki kemiripan dengan praktik TPPO berkedok penyaluran tenaga kerja.

"Mirip dengan kasus TPPO, terjadi perbudakan. Intinya, jangan mudah tergiur," ujar Aep dalam kesempatan yang sama.

"Saya berpikir untuk masa depan bapak-bapak ini. Insyaallah akan kami siapkan tempat pekerjaan," terang Aep.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X