Fakta Terbaru Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Taksi Green SM Masih di Lokasi, Ini Penjelasan dan Responsnya

photo author
- Rabu, 29 April 2026 | 04:57 WIB
Fakta Terbaru Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Taksi Green SM Masih di Lokasi, Ini Penjelasan dan Responsnya (Menyoroti insiden taksi Green SM yang diduga jadi penyebab awal kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@info.bekasitimur))
Fakta Terbaru Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Taksi Green SM Masih di Lokasi, Ini Penjelasan dan Responsnya (Menyoroti insiden taksi Green SM yang diduga jadi penyebab awal kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@info.bekasitimur))

Sorotan publik pun semakin meluas sejak postingan tersebut viral.

Kendaraan Derek Sudah Disiapkan di Lokasi

Meski belum dievakuasi sepenuhnya, kendaraan derek dilaporkan sudah berada di sekitar lokasi.

Hal ini terlihat dari pengamatan langsung di area kejadian.

Baca Juga: Info Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 84 Periode 1 – 12 Mei 2026 Rute Kendari – Waodeburi – Pasarwajo – Baubau – Banggai – Sanana

"Sementara pengamatan di lokasi, kendaraan derek telah tersedia yang diduga untuk mengevakuasi taksi yang berada di pinggir rel," tambahnya.

Kehadiran derek menandakan proses evakuasi kemungkinan akan segera dilakukan.

Namun hingga laporan tersebut beredar, taksi masih berada di lokasi. Situasi ini memicu spekulasi soal kendala teknis di lapangan.

Pernyataan Resmi Green SM Tuai Sorotan

Manajemen Green SM Indonesia akhirnya buka suara terkait insiden ini.

"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan 1 kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," demikian pernyataan resminya.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik dari publik.

Baca Juga: Informasi Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 34 Periode 30 April – 8 Mei 2026 Rute Ambon – Banda – Tual – Saumlaki – Moa – Wulur

Banyak yang menilai tidak ada permintaan maaf dalam keterangan tersebut.

Hal ini membuat respons perusahaan dianggap kurang empati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X