Ada Pungutan Sekolah 1,2 Juta Rupiah dan Terlambatnya Dana PIP Dibalik Kasus Bunuh Diri Siswa SD Ngada NTT

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 6 Februari 2026 | 21:48 WIB
sepucuk surat dari siswa YRB sebelum bunuh diri (UMS)
sepucuk surat dari siswa YRB sebelum bunuh diri (UMS)

Keterlambatan ini menjadi bukti lain lemahnya sistem perlindungan negara bagi anak dari keluarga tidak mampu.

Bantuan yang seharusnya menjadi penyangga justru datang terlambat, ketika tekanan psikologis sudah menumpuk.

YBR ditemukan gantung diri di pohon cengkeh di kebun neneknya, sekitar tiga meter dari pondok bambu berukuran 2 x 3 meter tempat ia tinggal.

Sejak usia satu tahun tujuh bulan, YBR diasuh oleh neneknya yang berusia sekitar 85 tahun.

Baca Juga: Awas! Kasus Penipuan Lowongan Kerja di Indonesia Tertinggi di Asia Pasifik, Apa Penyebabnya?

Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan berbahasa Bajawa. Surat singkat itu berisi kekecewaan YBR terhadap ibunya, yang ia sebut pelit, serta ungkapan perpisahan. Surat itu menjadi saksi bisu betapa berat beban emosional yang dipikul seorang anak berusia 10 tahun.

Pelajaran Besar dari Sebuah Tragedi

Kasus YBR membuka mata publik bahwa persoalan pendidikan tidak bisa hanya dilihat dari bangunan sekolah dan kurikulum.

Biaya tersembunyi, bantuan yang terlambat, dan minimnya perhatian pada kesehatan mental anak adalah masalah nyata yang masih menghantui sistem pendidikan nasional.

Tragedi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, bahwa jaminan pendanaan pendidikan bagi anak kurang mampu belum berjalan optimal.

Lebih dari itu, negara juga perlu hadir lebih cepat dan lebih peka dalam melindungi kesehatan mental anak-anak, terutama mereka yang hidup dalam himpitan ekonomi.

Karena ketika sistem gagal melindungi, yang tersisa hanyalah penyesalan—dan satu nyawa yang tak bisa kembali.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X