KLIK SAJA - Tim SAR mengonfirmasi adanya data aktivitas dari smartwatch kopilot ATR 42-500 yang sempat terdeteksi selama proses pencarian.
Informasi ini menjadi salah satu petunjuk awal untuk mempersempit area pencarian di lokasi kejadian.
Meski demikian, tim menegaskan bahwa data tersebut tidak bisa diartikan secara sederhana.
Pergerakan yang tercatat belum tentu berasal dari aktivitas manusia.
Baca Juga: Cara Warga Desa Cilacap Menyambut Ramadhan 2026 dengan Sederhana
Faktor lingkungan seperti medan terjal dan cuaca ekstrem juga dapat memengaruhi sensor perangkat.
Karena itu, data smartwatch hanya dijadikan bahan pendukung, bukan kesimpulan utama.
Analisis tetap mengutamakan kondisi lapangan dan hasil penyisiran langsung.
Tim SAR Jelaskan Penyebab Smartwatch Bisa Terdeteksi Bergerak
Menurut Tim SAR, sensor pada smartwatch sangat sensitif terhadap getaran dan perubahan posisi.
Perangkat dapat mencatat pergerakan meski tidak sedang digunakan secara aktif oleh pemiliknya.
Baca Juga: Potret Persiapan Ramadhan 2026 di Desa-Desa Kebumen
Kondisi alam seperti angin kencang, longsoran kecil, atau pergeseran tanah bisa memicu sensor gerak.
Selain itu, perubahan suhu dan tekanan juga berpengaruh terhadap sistem perangkat elektronik.
Artikel Terkait
Cek Disini! Jadwal dan Ketentuan Penukaran Uang Baru di Bank Indonesia Sambut Lebaran 2026
Mengenal Aplikasi Pintar BI, Sarana Kemudahan Penukaran Uang Baru di Bank Indonesia Sambut Lebaran 2026, Lengkap Panduan Langkahnya!
Informasi Jadwal Pelayaran Kapal KM Sabuk Nusantara 64 Periode 20 – 31 Januari 2026 Rute Biak – Mios Bepondi – Saribi – Serui – Nabire – Manokwari
Tradisi Kecil Warga Kampung di Semarang Menyambut Ramadhan 2026 yang Jarang Disorot
Menjelang Ramadhan 2026, Begini Cara Warga Kampung di Purwokerto Bersiap