KLIK SAJA - Ramadhan 2026 diperkirakan akan dimulai pada kisaran 18–19 Februari, sesuai perhitungan kalender hijriah dan hisab awal bulan.
Meski penetapan resminya masih menunggu sidang isbat, suasana menyambut bulan suci itu sudah mulai terasa di kampung-kampung Kota Semarang sejak jauh hari.
Tidak ada hitung mundur resmi, tidak pula baliho besar di sudut jalan.
Namun di lingkungan warga, tanda-tanda Ramadhan justru hadir lewat kebiasaan kecil yang nyaris tak disadari.
Tradisi ini dilakukan sederhana, pelan, dan sering kali tanpa nama.
Bukan untuk dilihat banyak orang, melainkan sebagai cara menyiapkan diri sebelum bulan suci benar-benar tiba.
Bersih Makam Dilakukan Pagi Hari, Tanpa Ramai
Beberapa pekan menjelang Ramadhan, warga kampung di Semarang mulai menyempatkan diri membersihkan makam keluarga.
Aktivitas ini biasanya dilakukan pagi hari, saat udara masih sejuk dan suasana relatif sepi.
Tidak ada jadwal bersama atau seruan khusus, setiap orang datang sesuai waktu luangnya.
Rumput dirapikan, daun kering disapu, dan batu nisan dilap sederhana.
Bagi warga, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk penghormatan kepada yang telah lebih dulu pergi.
Artikel Terkait
Punya Rencana Terbang Medan ke Balikpapan Januari 2026? Simak Dulu Tips Penumpang Cerdas dan Aktivitas Setelah Tiba
Kisah BRILink Agen di Jepara dari Layanan Perbankan hingga Cipta Lapangan Kerja
UKP Mendengar Banyumas 2026: Dialog Raffi Ahmad dengan Pelaku Seni dan Ekonomi Kreatif Daerah
Theo Derick Bongkar Sandwich Generation: Beban Tiga Generasi dan Jurang Mindset Finansial
Kedekatan Presiden Prabowo dengan Anak-Anak, Bocah Peci Hitam Naik Kendaraan Maung