Artinya, seseorang cukup berniat qadha, lalu berharap pahala sunnah Rajab ikut didapat.
Dalam kaidah fikih, jika ibadah wajib dilakukan di waktu yang utama, maka keutamaannya tetap bisa diraih.
Dengan begitu, satu puasa bisa bernilai dua kebaikan.
Namun yang utama tetaplah pahala qadha karena sifatnya wajib.
Baca Juga: Dari Korban hingga Huntara, Ini Update Lengkap Penanganan Bencana Agam Sumatera Barat Versi BNPB
Penggabungan niat ini dinilai sah dan tidak mengurangi keabsahan puasa.
Banyak ulama menganjurkan cara ini agar umat tidak menunda kewajiban.
Jadi, secara hukum, menggabungkan niat diperbolehkan.
Mana yang Harus Didahulukan?
Dalam Islam, ibadah wajib selalu lebih utama daripada ibadah sunnah.
Karena itu, jika masih punya utang puasa Ramadhan, niat qadha harus didahulukan.
Puasa sunnah Rajab bisa diniatkan sebagai harapan pahala tambahan.
Baca Juga: Setengah Karung Dibayar Keringat, Kisah Warga Simaninggir Menjemput Bantuan Lewat Jalur Berbahaya
Hal ini menunjukkan sikap mendahulukan kewajiban sebelum amalan sunnah.
Dengan cara ini, seseorang tidak hanya mengejar keutamaan, tapi juga menunaikan tanggung jawab.
Artikel Terkait
Lonjakan Penumpang Kereta Api di Stasiun Tawang Semarang Saat Libur Nataru Capai 67.422 Orang
Relawan Bergerak dan Harapan Menyala, Inilah Komitmen Panjang BRI Bersama Danantara untuk Sumatera Bangkit
Bukan Sekadar Viral, Ini Kisah Nyata Ibu di Tapanuli Tengah Bertaruh Tenaga demi Sekantong Sembako
Info Warga Maluku! Jadwal Kapal Pelni KM Pangrango Bulan Januari 2026 Rute Ambon – Banda – Namrole - Saumlaki
Cek Disini! Info Jadwal Kapal Pelni KM Tilongkabila Periode Januari 2026, Lengkapi Lokasi Singgah!