KLIK SAJA - Di tengah lumpur, jalan terputus, dan akses yang kian sulit akibat banjir di Sumatera, sebuah video dari Tapanuli Tengah menyentuh hati warganet.
Seorang ibu berjalan kaki selama sembilan jam demi membawa pulang sembako untuk keluarganya.
Kisah sederhana namun penuh perjuangan ini menjadi potret nyata betapa beratnya hidup pascabencana. Berikut ceritanya lengkapnya.
Sembilan Jam Jalan Kaki Demi Bertahan Hidup
Di balik kerusakan akibat banjir di Sumatera, muncul kisah perjuangan luar biasa dari seorang ibu di Tapanuli Tengah.
Demi menyambung hidup keluarganya, ia rela berjalan kaki selama sembilan jam menembus medan pascabencana.
Perjalanan itu bukan sekadar jauh, tapi juga penuh risiko dan kelelahan fisik.
Akses jalan yang rusak membuat kendaraan tak bisa melintas, memaksa warga mengandalkan kaki mereka.
Bagi banyak orang, sembilan jam adalah waktu perjalanan antarprovinsi.
Namun bagi ibu ini, itu adalah harga yang harus dibayar demi sekantong sembako.
Baca Juga: Lonjakan Penumpang Kereta Api di Stasiun Tawang Semarang Saat Libur Nataru Capai 67.422 Orang
Langkahnya menjadi simbol keteguhan di tengah keterbatasan.
Ia membuktikan bahwa perjuangan seorang ibu tak pernah mengenal kata menyerah.
Artikel Terkait
Ramai Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya, Roy Suryo Tegaskan Hanya Diperlihatkan, Bukan Diperiksa
Wujud Hadirnya Negara, Danantara dan BP BUMN Lepas Ribuan Relawan dan Ratusan Truk Bantuan ke Sumatera
Tak Tinggal Diam, Danantara dan BP BUMN Kirim 1.066 Relawan Dampingi Warga Terdampak Bencana
Dari Sabu 4 Ton hingga 224 Ribu Batang Ganja, Ini Hasil Perang BNN Lawan Narkoba di 2025
Danantara dan BRI Kerahkan 1.066 Relawan, Aksi Besar Bantu Korban Bencana Sumatera