Hal ini menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan IFG tidak bersifat simbolik.
Melainkan sudah tertanam dalam sistem tata kelola perusahaan.
Penilaian INSTAR Libatkan Pakar Lintas Disiplin
Untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas, penyusunan INSTAR 2025 melibatkan para pakar dari berbagai bidang.
Baca Juga: Warga Harus Tahu! Ini Fakta Mengejutkan Aplikasi Matel yang Disebut Jadi Alat Intimidasi Debitur
Mereka memiliki rekam jejak panjang dalam isu anti-korupsi, tata kelola, lingkungan, dan HAM.
Sejumlah nama yang terlibat antara lain Sonny Mumbunan, Erry Riyana Hardjapamekas, Natalia Soebagjo, hingga Jeffrey S. Siregar.
Keterlibatan para ahli ini menjadi fondasi kuat dalam proses penilaian.
Dengan metodologi yang transparan dan independen, hasil INSTAR tidak sekadar formalitas.
Inilah yang membuat pengakuan terhadap IFG memiliki bobot yang tinggi.
Sekaligus menjadi tolok ukur praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
IFG Raih Status “INSTAR Committed Company”
Dalam penilaian INSTAR 2025, IFG memperoleh kategori “INSTAR Committed Company”.
Kategori ini diberikan kepada perusahaan yang telah membangun pondasi tata kelola yang kuat.
Artikel Terkait
Korban Tembus 990 Jiwa! Begini Pembaruan Terbaru BNPB soal Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Dari Jalur Kursi Roda hingga Subtitle Koor, Begini Cara Menemukan Gereja Inklusif di Kota Anda
Demi Ibadah yang Tenang, Skema Pengamanan Natal 2025 Semarang yang Lebih Rapi dari Tahun-tahun Sebelumnya
Tradisi, Toleransi, dan Lampu Natal: Kisah Damai dari Pekojan hingga Kota Lama Semarang
Bayar Makin Praktis, Promo Makin Ganas, Indodana PayLater dan KFC Indonesia Hadirkan Cara Baru Menikmati Ayam Crispy