Tradisi, Toleransi, dan Lampu Natal: Kisah Damai dari Pekojan hingga Kota Lama Semarang

photo author
- Jumat, 12 Desember 2025 | 15:35 WIB
Tradisi, Toleransi, dan Lampu Natal: Kisah Damai dari Pekojan hingga Kota Lama Semarang (Ilustrasi gambar / Freepik)
Tradisi, Toleransi, dan Lampu Natal: Kisah Damai dari Pekojan hingga Kota Lama Semarang (Ilustrasi gambar / Freepik)

KLIK SAJA - Setiap akhir tahun, Kota Lama Semarang berubah bak panggung teater terbuka yang penuh cahaya dan cerita.

Ornamen Natal berpadu dengan arsitektur kolonial, menciptakan suasana yang rasanya seperti melompat ke kota kecil di Eropa.

Generasi muda menjadikan tempat ini lokasi wajib untuk berfoto atau sekadar menikmati suasana liburan yang hangat.

Hotel-hotel di sekitar area, seperti Metro Park View, ikut memeriahkan suasana lewat acara Christmas Tree Lighting Ceremony yang menghadirkan sentuhan kearifan lokal.

Baca Juga: Demi Ibadah yang Tenang, Skema Pengamanan Natal 2025 Semarang yang Lebih Rapi dari Tahun-tahun Sebelumnya

Kegiatan menghias pohon, membuat cookies, hingga pertunjukan kecil menjadikan malam Natal terasa lebih dekat dan personal.

Harmonisasi ini membuktikan bahwa Kota Lama bukan hanya ruang wisata, tetapi juga ruang budaya yang hidup.

Natal menjadi momentum di mana masa lalu dan masa kini saling menyapa dengan lembut.

Kawasan Bersejarah yang Menjadi Simbol Harmoni

Pekojan memang dikenal sebagai kawasan pedagang tua dengan sejarah panjang budaya Islam, namun narasi besarnya jauh lebih luas dari itu.

Natal di Semarang tetap membawa Pekojan sebagai bagian dari kisah multikulturalisme yang telah melekat di kota ini.

Baca Juga: Dari Jalur Kursi Roda hingga Subtitle Koor, Begini Cara Menemukan Gereja Inklusif di Kota Anda

Meskipun tidak identik dengan perayaan Kristiani, kawasan ini memperlihatkan bagaimana masyarakat saling berdampingan tanpa sekat.

Tradisi lama seperti takjil Saudagar Gujarat saat Ramadan justru memperkaya identitas Pekojan sebagai ruang perjumpaan lintas etnis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X