Kondisi ini bukan hanya mengancam satwa, tetapi juga keselamatan petugas itu sendiri.
"Perjuangan menjaga hutan ini selalu menghadapi tantangan berat," demikian tertulis dalam postingan itu.
Kendaraan patroli bisa rusak, dan petugas berisiko terluka saat bertugas.
Meski begitu, mereka tetap menjalankan amanah menjaga hutan.
"Bisa mencelakai petugas, merusak kendaraan, bahkan membahayakan langkah teman-teman yang sedang menjalankan tugas," sebutnya.
Tujuan Mulia Memulihkan Hutan di Tengah Ancaman
Petugas TN Tesso Nilo menegaskan bahwa tujuan mereka sangat sederhana dan mulia.
Mereka ingin memulihkan kawasan hutan yang rusak akibat pembabatan liar.
Bencana yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 menjadi pengingat pahit dampak kerusakan hutan.
Tak hanya manusia yang terdampak, satwa liar pun kehilangan habitat alaminya.
"Padahal tujuan kami hanya untuk memulihkan hutan, menanam kembali, dan mengembalikan Tesso Nilo seperti sedia kala," tulis TN Tesso Nilo.
Baca Juga: Informasi Kapan Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 dan Apa Saja Target Penindakan Pelanggarannya?
Di tengah niat baik tersebut, masih ada oknum yang justru berusaha menghalangi.
Bahkan, perjuangan itu dibalas dengan tindakan yang membahayakan.
Artikel Terkait
Info Penting! Jadwal dan Tarif Kapal PT Dharma Lautan Utama Rute Semarang ke Kumai Periode 14-30 Desember 2025
Polri Tetapkan 6 Anggota Yanma Mabes Polri Tersangka Pengeroyokan Debt Collector di TMP Kalibata
Suasana Haru dan Semangat Menyambut Kedatangan Presiden Prabowo di Posko Korban Bencana Langkat
Kasus WO Ayu Puspita, Polisi Terima 207 Laporan Korban dengan Total Kerugian Rp11,5 Miliar
Info Warga Kalteng! Jadwal dan Tarif Kapal PT Dharma Lautan Utama Rute Kumai ke Surabaya Periode 15-29 Desember 2025