Di tengah bencana yang menyisakan duka dan kehilangan, kisah bocah kecil di pengungsian Aceh ini menjadi secercah cahaya.
Ia menunjukkan bahwa ketulusan tidak mengenal situasi, usia, maupun keterbatasan.
Dari permintaan sederhana itu, lahir pelajaran besar tentang empati dan cinta keluarga.
Mungkin banjir telah merenggut banyak hal, tetapi tidak dengan nilai kemanusiaan.
Justru di saat-saat seperti inilah, hati manusia berbicara paling jujur.
Kisah ini akan terus menghangatkan, jauh setelah air surut.***
Artikel Terkait
Klaten Jadi Pilihan Libur Nataru, Ini 7 Wisata Keluarga Lengkap dengan Hotel dan Kuliner Legendaris
7 Tempat Wisata Keluarga di Jogja Saat Nataru, Sejuk, Ramah Anak, dan Lengkap Hotel & Kuliner
Polri Tetapkan 6 Anggota Yanma Mabes Polri Tersangka Pengeroyokan Debt Collector di TMP Kalibata
Suasana Haru dan Semangat Menyambut Kedatangan Presiden Prabowo di Posko Korban Bencana Langkat
Kasus WO Ayu Puspita, Polisi Terima 207 Laporan Korban dengan Total Kerugian Rp11,5 Miliar