407 Meninggal dan 36 Masih Hilang, Mengikuti Jejak Upaya Pencarian Korban Banjir Aceh yang Tak Kenal Lelah

photo author
- Jumat, 12 Desember 2025 | 12:08 WIB
407 Meninggal dan 36 Masih Hilang, Mengikuti Jejak Upaya Pencarian Korban Banjir Aceh yang Tak Kenal Lelah (Gubernur Mualem ungkap tim yang didatangkan dari China belum bekerja maksimal. (Instagram/muzakirmanaf1964))
407 Meninggal dan 36 Masih Hilang, Mengikuti Jejak Upaya Pencarian Korban Banjir Aceh yang Tak Kenal Lelah (Gubernur Mualem ungkap tim yang didatangkan dari China belum bekerja maksimal. (Instagram/muzakirmanaf1964))

KLIK SAJA - Sudah dua minggu bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, namun cerita pencarian belum benar-benar bergerak ke garis akhir.

Di banyak titik, lumpur masih menutup jejak, dan sebagian warga masih dinyatakan hilang.

Situasi ini membuat upaya evakuasi terasa seperti perlombaan dengan waktu dan kondisi alam yang sulit diprediksi.

Relawan dan petugas gabungan terus turun ke lokasi, siang hingga malam, menembus medan yang masih labil.

Baca Juga: Ketika Layanan Perbankan Hadir Lebih Dekat, Cerita AgenBRILink di Perbatasan yang Memudahkan Warga Setiap Hari

Meski kelelahan mulai tampak, spirit mereka tetap bertahan karena harapan keluarga korban masih menyala.

Di tengah upaya itu, muncul kabar bahwa beberapa lokasi masih belum sepenuhnya terjamah karena material yang menumpuk.

Inilah sebab mengapa pencarian masih berlangsung intensif hingga hari ini.

Tim China Didatangkan untuk Mendeteksi Jenazah

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengambil langkah cukup berani dengan mendatangkan tim khusus dari China.

Langkah ini sempat memicu tanya, terutama saat pemerintah pusat mengklaim siap menangani bencana secara mandiri.

Baca Juga: Dari Gladi Koor sampai Festival Lawang Sewu, Ragam Aktivitas Anak Muda Semarang Menjelang Natal 2025

Namun, Mualem menyebut bahwa tim bernama Blue Sky Rescue (BSR) itu punya keahlian spesifik mendeteksi jenazah yang terperangkap di bawah longsoran.

Mereka dikirim langsung ke wilayah yang dampaknya paling berat, di mana medan tak hanya becek, tetapi juga berubah-ubah setiap hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X