Pratikno menegaskan bahwa laporan jumlah korban terus diperbarui, dan sebagian besar wilayah masih dalam tahap pencarian dan evakuasi.
Pemerintah pusat berkoordinasi dengan daerah untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan segera.
Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan distribusi sangat menentukan keselamatan warga. Penanganan harus dilakukan paralel dari evakuasi, logistik, hingga pemulihan infrastruktur.
Korban Jiwa di Sumut Mencapai 43 Orang, 88 Masih Hilang
Data dari kepolisian setempat menyebut sedikitnya 43 warga meninggal akibat banjir dan longsor di Sumut, sementara 88 lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Viral! Jawaban Mantri BRI Saat Disidak Menteri Maman Bikin Publik Plong, Ini 7 Faktanya!
Angka ini diprediksi bisa berubah karena masih banyak daerah yang belum bisa dijangkau tim evakuasi.
Kondisi cuaca ekstrem dan medan terjal membuat pencarian membutuhkan waktu lebih panjang.
Baca Juga: Harga Pupuk Turun 20%, Petani Jonggol Rayakan Nafas Baru: 'HET Padi Bagus, Hidup Kami Lebih Ringan'
Sementara itu, BMKG mengonfirmasi bahwa Siklon Tropis Senyar masih memicu pertumbuhan awan hujan di sekitar Aceh, Sumut, Sumbar, hingga Riau.
Situasi ini menjadi peringatan serius bahwa cuaca ekstrem kemungkinan masih berlanjut.
Semua pihak kini diminta tetap waspada dan mengikuti imbauan pemerintah.***
Artikel Terkait
Jelang Nataru Drama LPG 3 Kg Kembali Panas dari Rapat Tertutup, Koreksi Data, hingga Rencana Kuota 2026
Cek Kalender! Desember 2025 Punya Long Weekend Panjang, Ini Rincian Tanggal Merahnya
Dampak Cuaca Ekstrem di Sumut! Delapan Meninggal, Ribuan Mengungsi, dan Banyak Akses Jalan Putus
Setelah Rehabilitasi Presiden, KPK Angkat Tangan: Ini 7 Fakta Panas di Balik Kasus ASDP
Resmi Ditahan KPK! Vendor Fiktif, Office Boy Jadi Kedok, dan Korupsi Rp46,8 Miliar di PT PP