Evakuasi Jalur Udara Dipilih untuk Percepatan
Melihat kondisi akses darat yang lumpuh total, BNPB beralih menggunakan jalur udara untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Suharyanto mengungkapkan pihaknya akan mengerahkan helikopter Airbus berkapasitas besar serta pesawat fixed-wing Caravan untuk operasi modifikasi cuaca.
Upaya ini bertujuan meringankan intensitas hujan sementara agar proses penanganan darurat bisa berlangsung lebih efektif.
Baca Juga: Viral! Jawaban Mantri BRI Saat Disidak Menteri Maman Bikin Publik Plong, Ini 7 Faktanya!
Video Dampak Banjir Viral, Arus Menghantam Rumah hingga Kendaraan
Media sosial dipenuhi video banjir bandang yang mengalir deras, menghantam rumah-rumah warga dan menyeret kendaraan.
Banjir juga membawa material berat seperti lumpur, kayu besar, hingga sampah rumah tangga.
Wilayah yang paling terdampak antara lain Kelurahan Angin Nauli, Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang, Pasar Baru, dan beberapa titik di Sibolga Utara, Selatan, Kota, dan Sambas.
Longsor Meluas di Banyak Kelurahan
Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di berbagai titik secara serentak.
Lokasi terdampak termasuk Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, Sibual-buali, Parombunan, Aek Mani, Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, Pancuran Kerambil, hingga Pasar Gerobak.
Baca Juga: Harga Pupuk Turun 20%, Petani Jonggol Rayakan Nafas Baru: 'HET Padi Bagus, Hidup Kami Lebih Ringan'
Sebaran longsor yang luas ini membuat proses pembukaan kembali akses jalan membutuhkan waktu dan koordinasi lintas lembaga.
Posko Pengungsian Mulai Berdiri, Bantuan Disalurkan
Artikel Terkait
UMKM Naik Kelas, Bagaimana 'Faber Instrument' Menggandeng Masyarakat Lokal dan BRI untuk Meroket ke Dunia?
Tok Resmi! Presiden Prabowo Beri Rehabilitasi Pada Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi
Presiden Prabowo Rehabilitasi 3 Terpidana ASDP dari Aspirasi DPR hingga Rapat Tertutup di Istana
Akhiri Era Roaming Mahal, Bundling iPhone 17 x IM3 Platinum Bawa Kuota Lintas Negara ke Level Baru
Jelang Nataru Drama LPG 3 Kg Kembali Panas dari Rapat Tertutup, Koreksi Data, hingga Rencana Kuota 2026