Ada 207.529 pil ekstasi. Angka tersebut menempatkan kasus dalam kategori operasi berskala besar.
Dengan masuknya Bareskrim, fokus penyidikan kini bergeser dari kurir menuju aktor-aktor yang berada di belakangnya.
Langkah ini diyakini dapat membuka tabir jaringan yang mungkin sudah lama beroperasi.
Nilai Barang Bukti Capai Rp207 Miliar, Bukti Jaringan yang Sangat Terorganisir
Hasil pemeriksaan laboratorium forensik memperkirakan nilai barang bukti mencapai lebih dari Rp207 miliar.
Baca Juga: Setelah Ledakan SMAN 72, Kemensos Siapkan Trauma Healing dan Kerja Sama Deradikalisasi di Sekolah
Angka ini mencerminkan besarnya potensi keuntungan yang ingin diraih jaringan pengendali.
Jumlah tersebut juga memberi gambaran seberapa luas pasar yang mungkin dituju.
Dengan nilai setinggi itu, sangat kecil kemungkinan operasi dilakukan secara individu.
Polisi meyakini ada instrumen distribusi, logistik, dan pendanaan yang mendukung pergerakan barang tersebut.
Temuan nilai ini sekaligus mempertegas urgensi penyidikan lintas provinsi.
Publik pun berharap agar pengungkapan besar ini tidak berhenti di kurir saja.
Lencana Polri di Mobil Kurir, Dugaan atau Kebetulan?
Salah satu detail kecil namun penting dari kasus ini adalah ditemukannya lencana Polri di kendaraan tersangka.
Artikel Terkait
Setelah Ledakan SMAN 72, Kemensos Siapkan Trauma Healing dan Kerja Sama Deradikalisasi di Sekolah
Dari GOR Desa Sadananya ke Grup WhatsApp Jurnalis, Ledakan Arogansi Kades yang Bikin Heboh Jawa Barat
Bukan Sekadar Video Call! Apa Saja yang Dibahas Prabowo dan Starmer soal Maritim, Pendidikan, dan Dunia?
Koalisi Sipil Meradang! KUHAP Baru Disebut Membatasi Hak, Membuka Ruang Abuse, hingga ‘Jeruk Makan Jeruk’
Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya!