Kredit UMKM Oktober 2025 Nge-gas Pelan, Tapi Bank dan Pelaku Usaha Punya Alasan Seru

photo author
- Kamis, 20 November 2025 | 06:08 WIB
Kredit UMKM Oktober 2025 Nge-gas Pelan, Tapi Bank dan Pelaku Usaha Punya Alasan Seru (Gubernur BI, Perry Warjiyo ungkap perlambatan kredit UMKM yang terjadi pada Oktober 2025. (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia))
Kredit UMKM Oktober 2025 Nge-gas Pelan, Tapi Bank dan Pelaku Usaha Punya Alasan Seru (Gubernur BI, Perry Warjiyo ungkap perlambatan kredit UMKM yang terjadi pada Oktober 2025. (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia))

KLIK SAJA - Oktober 2025, pertumbuhan kredit UMKM cuma naik 0,11 persen (yoy).

Turunnya angka ini bikin mata pedagang kecil ikut melotot. Sebelumnya, pertumbuhan masih positif, tapi sekarang pelaku usaha cenderung menahan ekspansi.

“Kondisi ini memengaruhi pertumbuhan kredit UMKM Oktober 2025 yang turun menjadi sebesar 0,11 persen (yoy),” ujar Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam paparan RDG.

Intinya, motor ekonomi domestik lagi nge-gas pelan, tapi tetap jalan.

Baca Juga: Info Warga Manado! Operasi Zebra Samrat 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Daftar Prioritas Penindakan

Pelaku Usaha Masih ‘Wait and See’

Permintaan kredit belum naik karena para pengusaha ogah gegabah.

Tiga hal utama disebut Perry, pelaku usaha menunggu ekonomi lebih stabil, korporasi pakai dana sendiri dulu, dan suku bunga kredit masih terasa tinggi.

“Permintaan kredit yang belum kuat dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih menahan ekspansi (wait and see), optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, dan suku bunga kredit yang masih relatif tinggi,” jelas Perry. Jadi jangan heran kalau antrean kredit terlihat sepi.

Bank Masih Main Aman

Kalau dari sisi bank, mereka tetap selektif menyalurkan kredit, terutama untuk UMKM dan kredit konsumsi.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo dan Sri Sultan Semobil, dari Helipad Pantai Depok Hingga Jembatan Baru di Selatan DIY

Tingkat risiko tinggi bikin bank lebih hati-hati. Perry menekankan, “Lending requirement segmen kredit konsumsi dan UMKM masih meningkat seiring dengan sikap kehati-hatian bank sejalan dengan tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.”

Jadi, meski dana tersedia, nggak semua pelaku usaha bisa langsung dapat pinjaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X