KLIK SAJA - Oktober 2025, pertumbuhan kredit UMKM cuma naik 0,11 persen (yoy).
Turunnya angka ini bikin mata pedagang kecil ikut melotot. Sebelumnya, pertumbuhan masih positif, tapi sekarang pelaku usaha cenderung menahan ekspansi.
“Kondisi ini memengaruhi pertumbuhan kredit UMKM Oktober 2025 yang turun menjadi sebesar 0,11 persen (yoy),” ujar Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam paparan RDG.
Intinya, motor ekonomi domestik lagi nge-gas pelan, tapi tetap jalan.
Pelaku Usaha Masih ‘Wait and See’
Permintaan kredit belum naik karena para pengusaha ogah gegabah.
Tiga hal utama disebut Perry, pelaku usaha menunggu ekonomi lebih stabil, korporasi pakai dana sendiri dulu, dan suku bunga kredit masih terasa tinggi.
“Permintaan kredit yang belum kuat dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih menahan ekspansi (wait and see), optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, dan suku bunga kredit yang masih relatif tinggi,” jelas Perry. Jadi jangan heran kalau antrean kredit terlihat sepi.
Bank Masih Main Aman
Kalau dari sisi bank, mereka tetap selektif menyalurkan kredit, terutama untuk UMKM dan kredit konsumsi.
Tingkat risiko tinggi bikin bank lebih hati-hati. Perry menekankan, “Lending requirement segmen kredit konsumsi dan UMKM masih meningkat seiring dengan sikap kehati-hatian bank sejalan dengan tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.”
Jadi, meski dana tersedia, nggak semua pelaku usaha bisa langsung dapat pinjaman.
Artikel Terkait
Prabowo Bicara Terus Terang soal MBG dari 44 Juta Penerima hingga Target Nol Penyimpangan
Dari Sekolah ke Pabrik Tempe, Bagaimana MBG Ciptakan Rantai Nilai Baru yang Menguntungkan UMKM
Drama Audiensi Reformasi Polri, Larangan Bicara untuk Tersangka Berujung Walk Out Massal di Ruang PTIK
Di Balik Sidang KIP: Polda Akui Kuasai Ijazah Jokowi, UGM Blackout Dokumen dan Polemik Kian Panjang
AgenBRILink Masuk Desa, Mengapa Dampaknya Bisa Lebih Besar dari yang Kita Bayangkan?