Refly mengaku sengaja tidak menyampaikan kabar itu kepada RRT karena menganggap pembatasan tersebut tidak selaras dengan prinsip aspirasi publik.
“Status tersangka itu belum bersalah,” ujarnya. Di sinilah awal “drama” mulai terbentuk.
Dua Pilihan di Ruangan, Diam atau Keluar
Begitu tiba di lokasi, RRT diberi dua opsi simpel tapi pahit tetap di ruangan tapi tidak boleh mengeluarkan sepatah kata atau keluar.
Setelah musyawarah kecil, mereka memutuskan walk out. Refly dan beberapa tokoh lain pun ikut keluar sebagai bentuk solidaritas.
Keputusan ini menjadi momen yang kemudian viral karena memperlihatkan ketegangan laten antara ruang aspirasi dan ruang pembatasan.
Gelombang Walk Out Mengikuti Bukan Sekadar Solidaritas
Tidak hanya RRT dan Refly, tokoh-tokoh lain seperti Said Didu, Rizal Fadila, dan Aziz Yanuar juga memilih meninggalkan ruangan.
Mereka menilai pembatasan hak bicara bertentangan dengan semangat audiensi itu sendiri.
Roy Suryo menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sebagai tim hukum, tapi sebagai bagian dari masyarakat sipil yang diundang.
Ketika pilihan yang diberikan hanya “diam atau keluar”, mereka sepakat: keluar adalah sikap yang paling masuk akal.
Situasi ini pun memperdalam sorotan publik terhadap format audiensi tersebut.***
Artikel Terkait
Catat! Polri Pastikan Anggotanya Rangkap Jabatan Sipil Tak Terima Tunjangan Ganda
Info Warga Bandar Lampung! Operasi Zebra Krakatau 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Daftar Prioritas Penindakan
RUU KUHAP Disahkan, Mahasiswa Geruduk Senayan: 3 Cerita yang Tak Terekam Kamera
Pencarian Korban Longsor Majenang Hampir Usai, 3 Titik Fokus dan Harapan yang Menipis
Dari Game Online ke Doktrin Ekstrem, Polri Bongkar Modus Rekrutmen Anak di 23 Provinsi