Dari Game Online ke Doktrin Ekstrem, Polri Bongkar Modus Rekrutmen Anak di 23 Provinsi

photo author
- Rabu, 19 November 2025 | 05:26 WIB
Dari Game Online ke Doktrin Ekstrem, Polri Bongkar Modus Rekrutmen Anak di 23 Provinsi (Polisi mengungkap temuan baru soal rekrutmen jaringan terorisme yang menargetkan anak-anak melalui ruang digital. (Dok Polri))
Dari Game Online ke Doktrin Ekstrem, Polri Bongkar Modus Rekrutmen Anak di 23 Provinsi (Polisi mengungkap temuan baru soal rekrutmen jaringan terorisme yang menargetkan anak-anak melalui ruang digital. (Dok Polri))

Tiga Perkara Rekrutmen Anak Dari Media Sosial hingga Game Online

Densus 88 menemukan tiga perkara berbeda yang seluruhnya menggunakan modus rekrutmen digital berbasis interaksi anak dan pelajar.

“Telah ditemukan tiga perkara... yang menggunakan modus rekrutmen anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital,” ujar Trunoyudo.

Ruang digital dipakai bukan hanya untuk mengajak, tetapi juga untuk mengawasi dan menanamkan doktrin secara perlahan.

Baca Juga: PLN Umumkan Pemadaman Listrik di Semarang, Ini Lokasi Terdampaknya!

Platform hiburan yang biasanya digunakan untuk bermain atau belajar tiba-tiba berubah menjadi ruang perekrutan ideologi radikal.

Kesesuaian umur, kemampuan teknologi, dan minimnya pengawasan menjadi kombinasi yang dimanfaatkan kelompok ini.

Sementara itu, 110 anak dalam temuan awal masih terus dipetakan tingkat keterlibatannya satu per satu.

Bullying, Broken Home, hingga Pencarian Identitas

Polri menyoroti faktor sosial yang membuat anak-anak lebih mudah terpapar narasi ekstrem.

“Hasil asesmen kerentanan anak dipengaruhi oleh sejumlah faktor sosial seperti bullying dalam status sosial, broken home dalam keluarga, kemudian kurang perhatian keluarga, pencarian identitas jati diri,” jelas Trunoyudo.

Dalam kondisi rapuh ini, pelaku memosisikan diri sebagai “teman” yang memberi perhatian dan ruang aman palsu.

Baca Juga: Pengalaman Langka Dua Siswa SMP Bertemu Prabowo, Komentarnya Bikin Publik Gemas

Setelah kedekatan terbentuk, barulah doktrin kekerasan dan ideologi ekstrem disisipkan perlahan.

Ruang digital yang tak selalu terpantau orang tua memberi peluang besar bagi pelaku untuk bergerak bebas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X