BNPB mengerahkan operasi modifikasi cuaca untuk memberi ruang kerja bagi tim SAR.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menjelaskan, “Modifikasi cuaca sudah dilakukan hari ini. Kami berharap bisa berhasil ya, karena ini tergantung angin.”
Ahli dari BMKG turut serta dalam pesawat untuk mengidentifikasi awan.
Budi menambahkan, “Kalau anginnya sesuai prediksi BMKG saya yakin hujan tidak akan turun. Kalau turun paling rintik. Tapi kalau anginnya di luar prediksi ya hujan tetap bisa turun.”
Baca Juga: Trump Beli Obligasi Rp1,3 Triliun, Timbul Kekhawatiran Soal Konflik Kepentingan
Langkah ini cukup revolusioner, memperlihatkan bagaimana teknologi bisa mendukung keselamatan manusia di bencana alam.
Koordinasi Pemerintah dan Pembatasan Waktu Pencarian
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan koordinasi terus dilakukan agar pencarian tidak terhambat.
“Sudah diminta untuk modifikasi cuaca dan sudah dilakukan oleh BNPB,” ujarnya.
Di sisi lain, Kalakhar BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut pencarian hanya bisa dilakukan dari pukul 6 pagi hingga 6 sore karena kendala cuaca.
Ia menambahkan, “Update temuan terbaru masih menunggu rilis resmi dari Basarnas.”
Batasan waktu ini menunjukkan betapa kondisi alam memengaruhi strategi penanganan bencana.
Baca Juga: Dari Sekolah ke Galeri Nasional, Kisah Dewi Wardah dan Pundi Craft yang Menguat Berkat BRI
Meski singkat, setiap jam sangat berarti bagi korban dan keluarga mereka.
Penyebab Lereng Menjadi Rentan Longsor
Artikel Terkait
Teuku Nasrullah Sentil Aparat, Kritik Ijazah untuk Kepentingan Umum Bukan Alasan Memakai Pasal Sembarangan
Kasus Petral Bangkit Lagi: 20 Saksi Diperiksa, Mahfud dan Sudirman Kirim Sinyal Keras untuk Mafia Migas
Bagaimana 494 Kotak Udang Bisa Tercemar Cs-137? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Penyidikan, Empati, dan Pertanyaan Publik: Perkembangan Terbaru Kasus MH di Tangsel
Adat, Politik, dan Sejarah yang Mengulang Diri: Rumitnya Suksesi PB XIII di Kraton Surakarta