Dalam kesempatan itu, Hasto membeberkan bahwa Megawati juga sempat mengusulkan pembangunan double track kereta api dibanding Whoosh.
“Saat itu Ibu Mega mengusulkan daripada kereta api cepat lebih baik untuk membangun double track kereta api, termasuk misalnya di Sumatera itu kan perlu terobosan transportasi publik,” ucap Hasto.
“Jadi, paradigma transportasi publik bagi kepentingan publik itu jauh lebih dikedepankan,” imbuhnya.
Hasto menambahkan bahwa meski ada usulan tersebut dan berbeda dari keputusan yang diambil oleh Jokowi di mana saat itu menjadi Presiden, tetap dihormati oleh pihak partai.
“Sebagai partai politik, kami telah memberikan masukan-masukan sekitar 3 kali terkait dengan hal tersebut,” tegasnya.
Soroti Potensi Ekonomi Sebagai Prioritas Kebijakan Pemerintah
Dalam pembangunan Whoosh tersebut, menurut Hasto, juga harus melihat potensi yang dimiliki oleh Bandung untuk diperhatikan.
Menurutnya, program dibuat seharusnya memang yang dibutuhkan oleh rakyat, khususnya pada sektor ekonomi untuk menjadi prioritas.
Klaim Jokowi soal Proyek Whoosh Bisa Bantu Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya, Jokowi sempat menyatakan bahwa ekonomi masyarakat akan tumbuh dengan hadirnya Whoosh.
Baca Juga: Informasi Jadwal & Harga Tiket Kapal Pelni KM Binaiya Periode November 2025, Lengkap Link Resminya!
“Kereta cepat menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi, menumbuhkan UMKM, warung-warung yang jualan di titik baru itu,” kata Jokowi kepada wartawan di Mangkubumen, Solo, Jawa Tengah pada 27 Oktober 2025 lalu.
Dari sektor pariwisata hingga properti, Jokowi meyakini ada juga dampak yang diberikan oleh Whoosh.
“Wisata di Bandung saya kira juga bisa meningkat dengan adanya Whoosh, nilai properti juga naik. Saya kita kemanfaatannya seperti itu,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Cek Disini! Info Jadwal dan Tiket Kapal Dharma Lautan Utama Rute Kumai Menuju Semarang Periode 2-15 November 202
Laba BRI Tembus Rp41,2 Triliun, Komitmen Perkuat UMKM dan Program Ekonomi Rakyat Terus Ditingkatkan
Mahfud MD: KPK Bisa Panggil Jokowi untuk Klarifikasi Proyek Kereta Cepat Whoosh Bernilai Rp116 Triliun
Industri Bioetanol Kian Serius: Nusron Wahid Sediakan Lahan 240 Ribu Hektare untuk Bahan Baku Etanol
Tak Kunjung Dapat Kepastian, Ribuan Guru Madrasah Gelar Demo Terbesar di Jakarta Pusat