Dengan perlindungan ini, para pekerja informal bisa bekerja lebih tenang dan produktif—yang pada akhirnya berkontribusi pada ekonomi nasional.
Dampak Nyata bagi Pertumbuhan Ekonomi
Banyak yang belum menyadari bahwa perlindungan pekerja berdampak langsung pada perekonomian.
Riset Lembaga Demografi FEB UI (2024) mencatat, setiap kenaikan 1% jumlah pekerja yang terlindungi jaminan sosial dapat mendorong produktivitas nasional sebesar 0,3%.
Artinya, ketika pekerja merasa aman dari risiko kecelakaan atau kehilangan penghasilan, mereka bekerja lebih optimal.
Mereka tidak sekadar mencari nafkah, tetapi berani berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya.
Ekonom Dr. Vivi Alatas, mantan Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia, menyebut:
“Jaminan sosial bukan beban, tapi investasi. Negara yang melindungi pekerjanya akan menuai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.”
Era Digital dan Tantangan Pekerja Baru
Transformasi digital telah melahirkan jenis pekerjaan baru: freelancer, content creator, hingga driver online.
Mereka adalah bagian dari “ekonomi baru” yang produktif, tapi rentan.
BPJS Ketenagakerjaan kini menjawab tantangan itu melalui digitalisasi layanan lewat aplikasi JMO (Jamsostek Mobile).
Melalui aplikasi ini, pekerja bisa mendaftar, membayar iuran, dan melakukan klaim tanpa harus datang ke kantor.
Artikel Terkait
Kisah Irnaeni AgenBRILink dari Jayapura yang Membuka Akses Keuangan bagi Petani dan Perempuan Papua
Siapa Tahu Isi Kontrak Proyek Kereta Cepat Whoosh? Mahfud MD Ungkap Publik Masih Gelap soal Utang ke China
Sejarah Tercipta! Timor Leste Resmi Jadi Anggota Penuh ASEAN
Dua Tersangka Pencuri Permata Senilai 1,6 Triliun Rupiah di Museum Louvre Paris Akhirnya Tertangkap
Sejarah dan Kekeliruan di KTT ASEAN 2025! Timor Leste Resmi Gabung, MC Salah Sebut Presiden Indonesia