Jembatan Emas Lulusan ke Dunia Industri: Program Magang Bergaji Arahan Presiden Prabowo, Libatkan Ribuan Perusahaan dan Puluhan Ribu Posisi Kerja

photo author
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 08:54 WIB
Jembatan Emas Lulusan ke Dunia Industri: Program Magang Bergaji Arahan Presiden Prabowo, Libatkan Ribuan Perusahaan dan Puluhan Ribu Posisi Kerja
Jembatan Emas Lulusan ke Dunia Industri: Program Magang Bergaji Arahan Presiden Prabowo, Libatkan Ribuan Perusahaan dan Puluhan Ribu Posisi Kerja

Program Magang Bergaji ini direncanakan untuk dilaksanakan dalam dua gelombang besar.

Gelombang pertama akan menjadi permulaan dengan melibatkan 20 ribu peserta terpilih.

Kelompok peserta pertama ini dijadwalkan akan segera memulai masa kerja mereka pada tanggal 20 Oktober 2025.

Sementara itu, gelombang kedua dari program ini dijadwalkan akan dibuka pada bulan berikutnya, yakni November 2025.

Baca Juga: Emosi Tak Terkendali Akibat Mabuk, Pria 27 Tahun di Bantul Nekat Celurit Driver Ojol yang Jemput Pacarnya Kini IGS Resmi Jadi Tersangka

Gelombang kedua memiliki target peserta yang jauh lebih besar, yaitu tambahan 80 ribu orang, yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk mencapai target 100 ribu peserta sebelum akhir tahun.

Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman industri yang berharga sambil menerima kompensasi yang layak.

“Tujuannya agar memberikan pengalaman kerja bagi para lulusan baru, fresh graduate, baik itu di dunia usaha, industri, dan BUMN, termasuk lembaga pemerintah dan Bank Indonesia. Program ini untuk mendorong penciptaan lapangan kerja produktif di berbagai sektor. Peserta magang gelombang pertama sebanyak 20 ribu orang, dan ini sudah dibuka dan mulai bekerja tanggal 20 Oktober ini,” jelasnya.

“Kemudian bulan depan akan dibuka kembali dan ditingkatkan menjadi 80 ribu peserta magang.”

Airlangga menegaskan, seluruh peserta akan mendapatkan uang saku bulanan yang besarannya disesuaikan dengan standar daerah masing-masing.

Selain itu, pemerintah juga menanggung iuran jaminan kehilangan kerja dan jaminan kematian (JKM).

“Dan seluruh peserta magang diberikan uang saku per bulan yang besarannya sama dengan uang saku daerah kabupaten dan kota. Dan di samping itu juga mendapat iuran untuk jaminan kehilangan kerja dan JKM. Dan itu tidak memotong uang saku yang diberikan oleh pemerintah,” ucapnya.

Baca Juga: KPK Buka Pintu Penyelidikan Proyek Whoosh: Mahfud MD dan Masyarakat Diminta Masukkan Aduan Dugaan Korupsi Agar Dapat Diproses Resmi

Selain sektor swasta, sejumlah perguruan tinggi juga turut berpartisipasi dalam penyediaan calon peserta magang dan penyusunan kurikulum kerja.

Beberapa di antaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pancasila, dan lain-lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X