Namun perlu diingat, transparansi saja belum cukup. Sebagian publik menilai, tanpa perbaikan tata kelola dan kejelasan prioritas belanja, gerakan ini dikhawatirkan hanya menjadi simbol solidaritas tanpa dampak nyata.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menegaskan langkah-langkah yang diambilnya adalah bagian dari komitmen untuk menjaga semangat gotong royong di tengah kondisi fiskal yang berat.
“Ini bukan soal besar kecilnya uang, tapi soal kebersamaan membangun Jawa Barat,” tukas Dedi.***
Artikel Terkait
Natalius Pigai: Kasus Keracunan MBG Tidak Melanggar HAM
BRI Kokohkan Inklusi Keuangan Nasional Lewat Jaringan 1 Juta AgenBRILink, Sukses Catat Volume Transaksi Lebih dari Rp1.145 Triliun!
Inggris Geger Lagi! Seorang Pria Menyerang Sinagoga Umat Yahudi di Manchester Saat Perayaan Yom Kippur Sebabkan Dua Orang Tewas
Perkembangan Koperasi Merah Putih di Banyuwangi, KKMP Kelurahan Tukangkayu Jadi Lokasi Tinjauan Pejabat Tinggi BAPPENAS
Pemerintah Terapkan Aturan Ketat Sertifikasi Dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis, Siapakah Pihak yang Berwenang?