2. Umpatan 'Tidak Tahu Malu'
Menurut penuturannya, tersangka sempat menunggu korban selama satu jam di depan pintu.
Setelah itu, pintu kos akhirnya dibuka oleh TAS. Alvi mengklaim korban sempat mengumpat ke padanya.
"(Korban) bilang 'tidak tau malu'. Terus dia naik ke atas," ucap tersangka dalam kesempatan yang sama.
Kemudian, dalam rekonstruksi ini, Alvi menghabisi nyawa dan memutilasi korban di dalam kamar mandi kos.
Saat ditanya petugas, Alvi diduga memotong tubuh korban selama 2 jam non-stop.
"Selama 2 jam (memutilasi korban)?," tanya penyidik.
"Iya," jawab Alvi membenarkan dugaan tersebut.
3. Rencana Liburan Berakhir Tragis
Dalam kesempatan yang sama, Alvi juga menyebut beberapa hari sebelum kejadian, korban sempat meminta kepadanya untuk berlibur ke Pacet, Mojokerto.
Kendati demikian, hal itu diakui baru diturutinya saat TAS sudah tak bernyawa. Potongan tubuh kekasihnya itu bahkan dibuangnya di tempat yang menjadi rencana vakansi tersebut.
"Sebelumnya korban pernah minta diajak ke Pacet atau tidak?," tanya petugas dalam rekonstruksi perkara.
"Pernah, sebulan sampai tiga minggu sebelumnya (kejadian mutilasi). Saya juga rencana mau mengajak adik saya (ke Pacet)," jawab Alvi.
Artikel Terkait
Mengenal Profil Yudo Sadewa, Anak Menkeu Purbaya yang Sindir Sri Mulyani Sebagai Agen CIA
Mengungkap Makna di Balik Penyulutan Obor pada Hari Radio ke-80 RRI, Simbol Pengabdian yang Tak Pernah Padam
Terungkap di Persidangan, Ketua Majelis Hakim Akui Terima Suap dan Gratifikasi dalam Kasus Korupsi Ekspor CPO
KPK: Khalid Basalamah Gunakan Kuota Haji Khusus yang Bermasalah
Khalid Basalamah Tegaskan Dirinya Korban Korupsi Kuota Haji Khusus