KLIK SAJA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan layanan Google Cloud di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan terus berlanjut.
Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, proses hukum ini tidak akan terganggu meskipun mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, sedang ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus yang berbeda.
Budi menjelaskan bahwa status hukum Nadiem terkait kasus pengadaan laptop Chromebook di Kejagung tidak menjadi hambatan bagi KPK untuk melanjutkan penyelidikan perkara Google Cloud.
Budi juga menambahkan bahwa koordinasi antar-lembaga akan dilakukan jika penyidik KPK membutuhkan keterangan tambahan dari Nadiem.
“Tidak ada kendala [untuk pemeriksaan], hal itu bisa dikoordinasikan. Sehingga penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di KPK maupun Kejagung sama-sama bisa berjalan efektif,” tegasnya.
Sebelumnya, Nadiem telah dimintai keterangan oleh KPK pada 7 Agustus 2025 silam di Gedung Merah Putih.
Ia diperiksa selama kurang lebih sembilan jam terkait pengadaan Google Cloud yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19.
Baca Juga: KPK: Khalid Basalamah Gunakan Kuota Haji Khusus yang Bermasalah
KPK menegaskan pentingnya sinergi antar-penegak hukum agar penyidikan dua perkara berbeda ini tidak saling mengganggu.
Dengan begitu, baik KPK maupun Kejagung bisa tetap fokus menuntaskan kasus yang menjadi kewenangannya masing-masing.
Langkah koordinasi ini menjadi sorotan publik karena menyangkut akuntabilitas program digitalisasi pendidikan yang bernilai besar.***
Artikel Terkait
Sambut Hari Radio ke-80, Karyawan RRI Semarang Ikuti Lomba Vokal untuk Jalin Keakraban dan Asah Bakat Terpendam
DPR dan Polri: Ferry Irwandi Tidak Bisa Dipidanakan Kasus Pencemaran Nama Baik TNI
Dari Masalah Pencernaan Jadi Peluang Usaha, Kisah Sukses UMKM Mambucha Berkat Dukungan Program “Pengusaha Muda BRILiaN” BRI
KPK: Eks Wamenaker Noel Juga Terima Aliran Dana Lain di Luar Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Mengenal Profil Yudo Sadewa, Anak Menkeu Purbaya yang Sindir Sri Mulyani Sebagai Agen CIA