Alasan Kuat Mengapa Indonesia Pilih Pulau Galang Untuk Rawat Medis Warga Gaza

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:37 WIB
pintu gerbang pulau Galang (Kepri)
pintu gerbang pulau Galang (Kepri)

KLIK SAJA - Menteri Luar Negeri Sugiono menerangkan alasan kuat pemerintah Indonesia memilih Pulau Galang, Kepulauan Riau, sebagai lokasi untuk memberikan perawatan medis bagi warga Gaza yang menjadi korban perang.

Sugiono menyebut Pulau Galang dipilih karena infrastruktur di bekas kamp pengungsi Vietnam itu dinilai cukup memadai.

“Lokasi tersebut juga pernah digunakan untuk perawatan pasien Covid-19,” ujar Sugiono di kantor Kementerian Luar Negeri, Kamis, 7 Agustus 2025.

Instruksi untuk mengevakuasi ribuan warga Gaza korban perang ke Pulau Galang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet di Istana Negara, Rabu, 6 Agustus.

Menurut Sugiono, rencana evakuasi dan pemberian layanan medis ini telah dikomunikasikan kepada negara-negara tetangga Palestina.

Namun, ia menegaskan belum ada kesepakatan resmi karena masih dalam tahap pembahasan.

Serangan militer Israel terhadap Gaza telah berlangsung berulang kali sejak 2023. Laporan terbaru pada Minggu, 10 Agustus 2025, menyebutkan serangan tersebut menewaskan sekitar 39 warga sipil Palestina.

Berdasarkan  Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban meninggal mencapai 61.430 orang dan 153.213 orang terluka sejak perang meletus pada Oktober 2023.

Saat ini, Israel berencana sepenuhnya menduduki Gaza dan memaksa penduduk Palestina pindah dari utara ke selatan. Rencana ini mendapat penolakan keras dari Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis, sebagaimana dilaporkan Amadolu.

Pulau Galang memiliki sejarah kelam pada masa petang Vietnam, dimana terjadi fenomena manusia perahu alias ribuan pengungsi Vietnam yang gunakan perahu menuju pulau tersebut.

Pulau Galang terletak sekitar 33 kilometer barat daya ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Pada 1979, UNHCR mendirikan kantor administrasi di pulau tersebut untuk mengelola kamp pengungsi Vietnam hingga 1996.

Puluhan ribu pengungsi Vietnam kala itu melarikan diri akibat perang di negaranya, menyusul pengambilalihan Saigon oleh gerilyawan komunis pada 1975.

Usai perang Vietnam berakhir, bekas kamp tersebut menjadi objek wisata sejarah yang kerap dikunjungi warga Vietnam.

Pada April 2020, pemerintah membangun Rumah Sakit Khusus Infeksi di Pulau Galang untuk menangani pasien Covid-19, yang sempat merawat 7.223 pasien hingga Februari 2021.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X