Keanggotaan penuh di ASEAN akan membuka peluang belajar dari negara-negara tetangga yang telah lebih dulu maju, baik dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan berkelanjutan, maupun diplomasi regional.
Proses aksesi Timor-Leste sendiri dimulai sejak 2011 ketika Presiden Ramos-Horta menandatangani permohonan resmi keanggotaan.
Kini, 14 tahun kemudian, perjalanan panjang itu segera berakhir dengan momen bersejarah di Kuala Lumpur.
Maka dengan masuknya Timor-Leste ke ASEAN, diharapkan semangat persatuan kawasan semakin kuat, sekaligus memberi dorongan bagi negara muda ini untuk terus belajar, beradaptasi, dan tumbuh bersama demi kemakmuran bersama di Asia Tenggara.***