Ketika Mantan PM Inggris, Tony Blair Bicara Perkembangan Digitalisasi dan Teknologi AI di Indonesia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 22 April 2025 | 19:42 WIB
Tony Blair saat bertemu Menteri Komdigi Meutya Hafid (Komdigi)
Tony Blair saat bertemu Menteri Komdigi Meutya Hafid (Komdigi)

KLIK SAJA - Kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, ke kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pada Selasa, 22 April 2025, menandai babak baru dalam hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Tony Blair Institute (TBI).

Dalam pertemuan dengan Menteri Komdigi Meutya Hafid, Tony Blair menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi era transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Blair menerangkan bahwa infrastruktur digital dan penerapan model AI akan membawa implikasi besar terhadap cara pemerintahan dan masyarakat beroperasi.

"Infrastruktur digital dan model AI akan memiliki implikasi yang signifikan. Bagaimana pemerintah dan masyarakat beroperasi di era modern ini," ujarnya dalam keterangan resminya.

Menurut Blair, saat ini dunia tengah berada dalam titik krusial, mirip dengan masa revolusi industri pada abad ke-19.

Saat itu, negara-negara yang mampu memanfaatkan perubahan teknologi secara progresif berhasil melesat lebih cepat dalam pembangunan.

"Situasi ini hampir serupa dengan revolusi industri. Negara yang aktif berpartisipasi akan tumbuh lebih cepat," tambahnya.

Kehadiran TBI dalam kerja sama ini tidak hanya simbolis. Blair menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen membantu Indonesia dalam membangun sistem digital yang inklusif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Fokus utama kerja sama tersebut meliputi pengembangan AI, sistem digitalisasi layanan publik, serta teknologi e-SIM yang tengah menjadi tren global.

Menkomdigi Meutya Hafid dalam kesempatan yang sama menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional.

Ia menyebutkan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada sektor-sektor prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Tim kami bersama TBI akan membahas lebih lanjut isu-isu strategis, demi menghadirkan solusi yang konkret dan berdampak langsung," ungkapnya.

Blair juga menekankan bahwa kolaborasi internasional seperti ini penting agar negara-negara berkembang seperti Indonesia tidak tertinggal dalam adopsi teknologi modern.

Baginya, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak untuk menciptakan sistem pemerintahan yang responsif, masyarakat yang terhubung, serta ekonomi yang lebih tangguh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Kemkomdigi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X