BMKG Temukan 3 Bibit Siklon Tropis, Ajak Masyarakat Waspada dengan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

photo author
- Senin, 3 Februari 2025 | 11:35 WIB
BMKG Temukan 3 Bibit Siklon Tropis, Ajak Masyarakat Waspada dengan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang (Ilustrasi hujan lebat karena cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia. (Unsplash/Atilla Bingöl))
BMKG Temukan 3 Bibit Siklon Tropis, Ajak Masyarakat Waspada dengan Cuaca Ekstrem, Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang (Ilustrasi hujan lebat karena cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia. (Unsplash/Atilla Bingöl))

Selain Bibit Siklon Tropis 90S dan 99S, BMKG juga mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 96P di Teluk Carpentaria, Australia, yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Prediksi cuaca ekstrem, hujan lebat bersama dengan kilat/petir dan angin kencang

Dwikorita menyatakan bahwa bibit siklon ini harus diwaspadai di daerah Papua, yang berpotensi mengalami hujan ekstrem.

Diperkirakan bahwa intensitas hujan juga akan meningkat di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga: Google Tampilan Kurs Usd Ke Rupiah Anjlok Jadi Rp. 8.170.65? Bug Atau Nyata?!

Seperti halnya NTT dan NTB, beberapa daerah di Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, diprediksi akan merasakan dampak tidak langsung.

Selanjutnya, wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Jambi juga diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan.

Dwikorita sebut BMKG akan memberikan informasi kapan hujan turun untuk antisipasi bagi masyarakat

Masih dalam konferensi pers tersebut, Dwikorita mengajak masyarakat untuk tidak berada di area bantaran sungai saat mendung mulai datang.

Baca Juga: Mulai 1 Februari, Gas Elpiji 3 Kg Tidak Lagi Dijual di Pengecer, Lalu Bisa Beli di Mana?

“BMKG memberikan informasi hujannya akan mulai jam berapa sampai jam berapa sehingga bisa merencanakan akan kapan harus meninggalkan bantaran sungai atau menjauh dari sungai,” ujarnya.

Selain banjir dari arus sungai, Dwikorita juga mengimbau masyarakat menjauhi area lereng yang rawan longsor.

“Saat cuaca mulai mendung, semakin gelap, bahkan gerimis, segera menjauh dari lereng, cari tempat yang datar dan jauh,” tambahnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X