Pegawai Kemendiktisaintek akan Laporkan Menteri Satryo ke DPR, Akui Direspons Titiek Soeharto: Bu Titik Ingin Ketemu Saya

photo author
- Rabu, 22 Januari 2025 | 13:33 WIB
Pegawai Kemendiktisaintek akan Laporkan Menteri Satryo ke DPR, Akui Direspons Titiek Soeharto: Bu Titik Ingin Ketemu Saya (Neni Herlina, ASN yang dipecat oleh Menteri Satryo dari Kemendiktisaintek (instagram.com/nies08))
Pegawai Kemendiktisaintek akan Laporkan Menteri Satryo ke DPR, Akui Direspons Titiek Soeharto: Bu Titik Ingin Ketemu Saya (Neni Herlina, ASN yang dipecat oleh Menteri Satryo dari Kemendiktisaintek (instagram.com/nies08))

KLIK SAJA - Pada hari Senin, 20 Januari 2025, suasana di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tampak berbeda.

Sebanyak 235 pegawai kementerian tersebut melakukan aksi damai yang diberi nama “Senin Hitam”.

Mereka mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk protes terhadap pemecatan Neni Herlina, seorang pegawai yang menjabat sebagai Pranata Humas Ahli Muda serta Penjabat (Pj.) Rumah Tangga.

Neni mengungkapkan bahwa pemecatannya dilakukan secara lisan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro pada Jumat sore, tanggal 17 Januari 2025.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 37 Proyek Listrik di 18 Provinsi: Kita Menuju Swasembada Energi

Neni menjelaskan, insiden ini berawal dari permasalahan pergantian meja kerja yang diminta oleh istri Satryo.

"Saya merasa seperti sudah ditandai sejak pertama kali ada masalah soal meja itu. Meja tersebut berada di ruang beliau, dan saya hanya diminta menggantinya. Setelah itu, saya dipanggil dan diberi peringatan keras, 'Kamu sekali lagi melakukan kesalahan, saya pecat kamu,'" ungkap Neni saat diwawancarai di sela-sela aksi.

Neni menuturkan, permintaan pergantian meja tersebut terjadi sesaat setelah Satryo dilantik sebagai Mendiktisaintek.

"Permintaan itu datang dari istrinya, saat habis pelantikan, beliau langsung beres-beres di kantor," katanya.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ibu, Satgas Upayakan Evakuasi Warga Kecamatan Tabaru, Halmahera Barat

Hal yang membuat Neni merasa keberatan adalah cara penyampaian pemecatan tersebut, yang dilakukan di depan para staf dan bahkan pegawai magang.

"Sudah keterlaluan, disampaikan di depan anak magang dan staf-staf saya. Rasanya tidak ada penghormatan sama sekali," tambahnya.

Setelah kejadian tersebut, Neni mengaku diminta untuk pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Saya disuruh keluar ke Dikdasmen. Bawa barang-barang kamu," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: Kemendiktisaintek

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X