Waspada! Gunung Semeru Kembali Erupsi

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 24 Desember 2024 | 15:52 WIB
Gunung Semeru mengeluarkan material dilihat dari pos pengamatan (Antara)
Gunung Semeru mengeluarkan material dilihat dari pos pengamatan (Antara)

KLIK SAJA - Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi disertai letusan setinggi 900 meter di atas puncak pada Selasa dini hari (25/12/2024).

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 24 Desember 2024, pukul 00.09 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melalui keterangan resmi, Selasa (24/12/2024).

Menurut Sigit, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah barat laut.

Baca Juga: Bus Rombongan Pelajar Santriwati Kecelakaan di Tol Malang, 4 Tewas dan Puluhan Lainnya Alami Trauma

Erupsi tersebut terekam pada catatan seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik.

Berdasarkan laporan pengamatan kegempaan selama 24 jam pada Senin (23/12), tercatat aktivitas Gunung Semeru didominasi oleh gempa letusan/erupsi sebanyak 55 kali dengan amplitudo 11-22 mm, dan lama gempa 64-160 detik.

Kemudian sempat terjadi satu kali guguran dengan amplitudo 4 mm dan lama gempa 125 detik, sembilan kali gempa embusan dengan amplitudo 2-9 mm, dan lama gempa 40-82 detik.

Tercatat Gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu juga mengalami tiga kali harmonik dengan amplitudo 5-12 mm, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 20 mm, dan enam kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 6-36 mm.

Sigit mengatakan, Gunung Semeru masih berstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi kepada warga sekitar.

Dimana masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Baca Juga: Ketika 88 Tas Mewah Sandra Dewi Juga Ikut Tersandera Kasus Korupsi Suaminya

Sementara yang berada di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak Semeru.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujarnya.

Selain itu, masyarakat perlu untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X