Luhut membeberkan setidaknya lima dampak positif yang dapat dicapai melalui implementasi e-katalog versi 6.0.
Pertama, penghematan biaya melalui pengurangan 20-30 persen pengadaan.
Kedua, efisiensi waktu dari proses yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan kini dapat dipercepat menjadi hanya beberapa minggu berkat otomatisasi dan implementasi sistem digital.
Ketiga, transparansi dan akuntabilitas, karena sistem seperti e-katalog memastikan harga yang transparan dan bersaing sekaligus meminimalkan intervensi manusia dalam proses pengadaan.
“Ini juga akan meminimalkan perilaku korupsi. Keempat, peningkatan partisipasi penyedia karena dengan sistem online penyediaan barang jasa kini lebih mudah berpartisipasi tanpa terkendala oleh lokasi atau birokrasi yang kompleks,” jelas Luhut.
Baca Juga: Agus Buntung Diperiksa Sebagai Tersangka, Polisi Rilis Rekaman Suara Saat Agus Merayu Korbannya
Sebagai contoh, Luhut menyebut, implementasi e-katalog Indonesia berhasil menarik lebih dari 13 ribu penyedia. Hal ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Kelima, optimalisasi anggaran dengan melibatkan analisa data dalam sistem digital pemerintah dapat merancang pengeluaran yang strategis sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Kementerian PU Gerak Cepat Atasi Bencana Banjir dan Longsor di Sukabumi
Viral di Medsos! Janur Kuning Seketika Berubah Jadi Bendera Kuning, Pengantin Wanita di Lampung Meninggal Dunia Usai Ijab Kabul
Biarawati Italia Ditangkap Karena Terlibat Jaringan Gangster Mafia
Semangat Guru Sekolah Alam Bantar Gebang, KBPA Gelar Baksos Bagikan 500 Kg Beras Dan Alat Tulis
TERKUAK! Agus Buntung Gunakan Strategi Manipulasi Emosional untuk dekati Korban Pelecehan Seksual