lokal

Mengenal Andaliman, Rempah Khas Tanah Batak

Jumat, 27 Desember 2024 | 14:02 WIB
buah andaliman yang siap dijadikan bumbu masakan (myedisi.com)

Hampir mirip seperti tanaman kopi, andaliman dapat terus berproduksi hingga umur 10 sampai 15 tahun.

Walau demikian, hingga kini tanaman ini masih sulit dibudidayakan, sehingga masyarakat mencarinya pada habitat liar. 

Andaliman mengandung zat antioksidan berupa alkaloid, glikosidia, tannin, fenol, flavoid yang berpotensi sebagai pengawet alami dan mampu menggantikan fungsi pengawet buatan yang lebih berbahaya bagi tubuh.

Baca Juga: Mencicipi Manisnya Golla Kambu, Wajiknya Orang Mandar

Selain itu, serbuk buah andaliman juga berfungsi sebagai antimikroba yang mampu menghambat perkembangan bakteri Eschericia coli, Salmonella typhimurium, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas fluorescens.

Rempah ini juga dapat diolah menjadi minyak atsiri yang mengandung senyawa terpen bersifat antioksidan, seperti geraniol, linalool dan limonen.

Pada sektor pertanian dan perkebunan, buah andaliman juga dapat digunakan untuk insektisida dan menghambat pertumbuhan hama bubuk jagung dari serangga Sitophilus zeamais.

Buahnya bahkan berfungsi sebagai vitamin C dan E alami untuk menjaga daya tahan tubuh. 

Selain itu, rempah ini juga mampu menghilangkan bau amis pada ikan mentah sekalipun, sehingga sangat bermanfaat dalam gastronomi.***

Halaman:

Tags

Terkini