Mengenal Andaliman, Rempah Khas Tanah Batak

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 27 Desember 2024 | 14:02 WIB
buah andaliman yang siap dijadikan bumbu masakan (myedisi.com)
buah andaliman yang siap dijadikan bumbu masakan (myedisi.com)

KLIK SAJA – Tahukah kamu? ada satu jenis rempah spesial dari Sumatra Utara yang selalu dipakai hampir di semua masakan khas Suku Batak, bukan lada, bukan kapulaga, namanya Andaliman.

Andaliman atau nama ilmiahnya Zanthoxylum acanthopodium DC, termasuk dalam keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae) dengan bentuk kecil bergerombol mirip buah lada atau merica.

Maka dari itu, andaliman kerap disebut sebagai merica khas batak dengan pengolahan pada masakan bisa berbentuk buah segar dihaluskan atau sudah dikemas siap olah berbentuk bubuk dan pasta. 

Baca Juga: Menyibak Kebudayaan Megalitikum Desa Adat Bena Flores

Cita rasa andaliman layaknya jeruk lemon segar namun meninggalkan sensasi khas yang kuat dan pedas.

Terdapat sensasi rasa getir, kelu, dan akan memberikan efek mati rasa atau kebas pada indera pengecap lidah.  

Rasa kelu di lidah itu disebabkan karena kandungan hydroxy-alpha-sanshool di dalam rempah yang dikenal juga sebagai sichuan pepper atau Indonesian lemon pepper oleh bangsa Eropa.

Agar bisa menyatu ke dalam masakan, andaliman biasanya dihaluskan dulu sebelum dijadikan bumbu sehingga berpadu dengan rempah lain untuk melengkapi masakan-masakan khas Batak seperti ikan arsik, dekke na niura, mie gomak, saksang, serta beragam jenis sambal.    

Tanaman Andaliman tumbuh liar di sekitar danau Toba
Tanaman Andaliman tumbuh liar di sekitar danau Toba (greeners)

Di Sumatra Utara, andaliman banyak tumbuh subur secara liar di hutan penuh semak wilayah Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan Dairi.

Pohon andaliman dengan batang ditumbuhi duri ini dapat tumbuh subur pada suhu 15 hingga 18 derajat Celcius di ketinggian antara 1.200-1.500 meter di atas permukaan laut.

Tinggi tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 5 meter.

Tanaman andaliman dapat dipanen ketika berumur 1,5 tahun.

Apabila tanaman tumbuh dengan baik dan bunga tidak terganggu oleh kondisi cuaca, maka pada satu batang dapat menghasilkan 5 kg hingga 7 kg.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X