KLIK SAJA - Hangi adalah tradisi kuliner Maori yang sudah ada sejak lama dan telah dipraktikkan di Selandia Baru selama berabad-abad.
Metode memasak yang unik ini melibatkan pembuatan lubang besar di tanah, yang kemudian dilapisi dengan batu penahan panas.
Api dinyalakan untuk memanaskan batu-batu ini, kemudian Setelah cukup panas, berbagai bahan disusun dengan cermat dalam oven bawah tanah ini.
Makanan kemudian dibiarkan mengukus selama beberapa jam hingga menjadi empuk dan beraroma.
Baca Juga: Masakan Msakhan dari Palestina, Simbol Kuliner Negerinya Para Nabi
Pada zaman dahulu, makanan ditutupi dengan dedaunan dan tanah untuk menahan uap dan memastikan masakan matang sempurna.
Namun kini praktik modern telah memperkenalkan aluminium foil, kain, dan keranjang kawat sebagai alternatif.
Bahan-bahan utama untuk hidangan Hangi biasanya meliputi umbi-umbian, buah-buahan bertepung, daging, ikan, dan kerang.
Kuliner Hangi biasanya disajikan untuk acara-acara khusus dan pertemuan besar.
Metode Hangi sangat melekat dalam budaya dan sejarah Maori.
Sebelum logam dan kabel menjadi hal yang umum, suku Maori telah menggunakan bahan-bahan alami seperti kulit kayu, daun besar, dan tumbuhan lain untuk menutupi dan memasak makanan.
Di tempat-tempat yang memiliki sumber air panas alami, seperti Rotorua, suku Maori dengan cerdik memanfaatkan mata air untuk memanaskan batu-batu mereka, sehingga mengurangi kebutuhan akan api.
Hangi tradisional terutama terdiri dari daging seperti domba, babi, ayam, dan makanan laut, dilengkapi dengan sayuran seperti kentang, kūmara (ubi jalar), ubi, labu, dan kubis.
Untuk menyiapkan Hangi, sebuah lubang digali di tanah dan batu-batu yang dipanaskan ditempatkan di dalamnya.