KLIK SAJA - Tradisi Pacuan Lembu ‘El arrastre de ganado’ telah dipraktikkan di seluruh Kepulauan teritorial Spanyol di barat Afrika, terutama di pulau La Palma, Tenerife, dan Gran Canaria selama ratusan tahun.
El Arrastre de Ganado sangat mirip dengan atraksi Karapan Sapi di Madura, dimana menggunakan sapi atau lembu dalam pacuannya.
Hanya saja yang membedakannya pada El Arrastre de Ganado adalah sepasang lembu harus mampu menarik beban batu yang ditambatkan pada lintasan.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Gulat Unta Turki, Warisan Kebudayaan Kesultanan Utsmaniah
Praktik tradisi ini biasanya dilakukan pada saat pameran ternak dan perayaan populer, di mana para petani memamerkan ternak andalannya yang telah ia dedikasikan begitu banyak uang dan perawatan untuk pengembangbiakan dan konservasinya.
Hewan yang sering digunakan pada pacuan El Arrastre de Ganado adalah lembu Canary.
Mengenai asal usul lembu Canary, ada beberapa penelitian yang menegaskan bahwa hewan ini telah beradaptasi dengan iklim Kepulauan Canary, dan bahwa ia jauh dari jenis semenanjung dan jenis Inggris.
Hewan-hewan ini secara tradisional telah digunakan untuk membajak, mengirik, dan menarik beban, tetapi saat ini karena ditinggalkannya kegiatan pertanian dan penggabungan teknologi baru seperti penggunaan traktor secara luas, lembu telah pindah ke kandang.
Ada dua jenis lembu Canary yang berada di Canaria, Creole atau Basta: mungkin berasal dari ras pirang Galicia dan Asturia, yang dibawa ke Kepulauan setelah Penaklukan Spanyol.
Setelah beberapa abad bercampur, ras ini dapat dianggap sebagai ras asli, berat hewan ini berkisar antara 600 hingga 700 kilogram.
Kemudian jenis kedua yaitu Palmera, kemungkinan besar berasal dari rubia gallega.
Umumnya ditemukan di bagian utara pulau, beratnya bisa mencapai 800 kilogram, warnanya berkisar dari putih kotor hingga kekuningan.
Aturan Main