lifestyle

Siapa Wolly Sutinah Alias Mak Wok, Simbol Emak-emak Layar Perak Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 12:18 WIB
Sosok Wolly Sutinah alias Mak Wok dan makamnya (instagram)

KLIK SAJA - Nama Wolly Sutinah—yang akrab disapa “Mak Wok”—begitu melekat dalam ingatan penonton film Indonesia era 1970-an hingga 1980-an.

Wajahnya kerap muncul dalam berbagai film, terutama drama komedi yang saat itu tengah berjaya. Ia pernah beradu akting dengan sejumlah nama besar, seperti Bing Slamet, Benyamin Suaeb, Ateng, hingga grup legendaris Warkop DKI.

Sepanjang kariernya, Sutinah tampil dalam sekitar 118 judul film—jumlah yang luar biasa, meski sebagian karyanya kini telah hilang karena berasal dari masa awal perfilman Indonesia.

Pada 1977 saja, ia muncul dalam tiga film sekaligus, termasuk Badai Pasti Berlalu. Namun, di balik produktivitasnya, ia hampir tak pernah mendapat peran utama.

Dengan rendah hati, dalam sebuah wawancara ia menyebut kehadirannya di film-film itu “hanya ikut meramaikan”.

Bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena tuntutan industri saat itu. Usia membuatnya lebih sering dipercaya memerankan sosok ibu atau nenek.

Meski demikian, justru dari peran-peran pendukung itulah Sutinah membangun reputasi yang kuat.

Ia mampu menghidupkan berbagai karakter perempuan paruh baya—dari yang cerewet dan jenaka hingga yang menyentuh emosi—dengan begitu alami.

Sutinah adalah contoh nyata seniman otodidak. Ia tidak pernah mengenyam pendidikan akting formal. Kemampuannya ditempa langsung di panggung sandiwara sejak era Hindia Belanda, melalui pertunjukan Stambul dan Tonil.

Dunia film mulai ia masuki pada 1930-an, ketika mendapat kesempatan dari The Teng Chun, pendiri Java Industrial Film.

Dalam waktu singkat, ia membintangi sejumlah film silat klasik dan bahkan berlatih langsung dengan guru silat untuk mendalami perannya.

Lahir di Magelang pada 17 Juli 1915, Sutinah tumbuh dalam keluarga seniman.

Sejak kecil, ia akrab dengan dunia pertunjukan, terutama setelah mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai pengiring musik untuk sandiwara dan film bisu di Jakarta. Dari sanalah ketertarikannya pada seni peran tumbuh.

Karier panggungnya berkembang pesat saat bergabung dengan kelompok Miss Riboet, sebelum kemudian menjadi bintang di kelompok Miss Wolly Opera milik keluarganya.

Halaman:

Tags

Terkini