Penegasan ini penting agar masyarakat tidak panik dan menyamaratakan semua produk.
Konsumen diminta fokus memeriksa varian dan batch, bukan sekadar merek.
Dua Batch Tercatat Masuk ke Indonesia
Berdasarkan hasil penelusuran data importasi BPOM, dua batch susu formula bayi tersebut memang tercatat masuk ke Indonesia.
Baca Juga: Tips Terbang Surabaya–Denpasar Januari 2026, Jam Favorit Ini Bikin Perjalanan Bisnis Jadi Nyaman
Informasi ini dikonfirmasi setelah dilakukan pengecekan terhadap data distribusi dan pemasukan produk.
Meski demikian, keberadaan produk di Indonesia tidak serta-merta berarti berbahaya.
BPOM langsung melakukan pengawasan ketat sejak informasi global tersebut diterima.
Sampel dari produk yang beredar di Indonesia pun segera diuji.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan sebelum mengambil kebijakan lanjutan.
Transparansi data menjadi kunci agar masyarakat mendapat informasi yang jelas.
BPOM Pastikan Produk di Indonesia Tidak Mengandung Toksin
Baca Juga: Perjalanan Nyaman Jakarta–Makassar di Januari 2026, Hindari Macet dengan Jam Favorit
BPOM menyatakan bahwa hasil pengujian terhadap sampel dari dua batch tersebut menunjukkan tidak terdeteksi toksin cereulide.
Kadar toksin berada di bawah batas kuantifikasi, yaitu kurang dari 0,20 μg/kg.