KLIK SAJA - Isu seputar penambahan kandungan etanol sebesar 3,5% dalam bahan bakar dasar (base fuel) yang dijual Pertamina kini meluas, tidak hanya menjadi masalah bisnis, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat.
Para pengguna kendaraan, khususnya pemilik mobil dan motor tua, mempertanyakan tingkat keamanan bahan bakar beretanol ini terhadap performa dan umur panjang mesin mereka.
Polemik ini semakin memanas setelah sejumlah SPBU swasta menolak menjual bahan bakar tersebut.
Penolakan ini didasari anggapan bahwa spesifikasi bahan bakar yang mengandung etanol ini tidak memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
Akibat penolakan dan ketidaksesuaian standar tersebut, muncul kekhawatiran serius di publik mengenai potensi masalah jangka panjangyang bisa timbul pada kendaraan konsumen akibat penggunaan etanol 3,5%.
Apa Itu Etanol?
Etanol merupakan senyawa kimia berupa alkohol (C₂H₅OH) yang umumnya dihasilkan dari fermentasi bahan nabati seperti tebu, jagung, atau singkong.
Dalam dunia energi, etanol dipakai sebagai campuran bensin untuk menghasilkan biofuel atau bahan bakar ramah lingkungan.
Campuran etanol biasanya ditandai dengan kode E diikuti angka.
Baca Juga: Apa Itu Pengaruh Buruk Internalized Misogyny Pada Wanita? Bagaimana Mengatasinya?
Misalnya E5 berarti 5% etanol ditambah 95% bensin, sementara E10 adalah 10% etanol.
Di beberapa negara, ada juga E85, campuran 85% etanol yang digunakan untuk kendaraan khusus.
Dampak pada Mesin