Penelitian Society of Automotive Engineers yang terbit pada 2023 dan dikutip pada Jumat 3 Oktober 2025 menunjukkan, campuran etanol rendah, seperti E5, relatif aman dipakai pada mayoritas mesin kendaraan modern.
Bahkan, sejumlah pabrikan otomotif global sudah menguji dan mengizinkan penggunaan bensin bercampur etanol hingga 10%.
Namun, kondisi berbeda berlaku untuk kendaraan lama. Mesin keluaran lama bisa lebih sensitif terhadap etanol.
Risiko yang sering dikhawatirkan adalah korosi pada komponen logam, tangki, dan saluran bahan bakar, serta potensi perubahan performa bila kualitas bahan bakar tidak stabil. Karenanya, konsumen harus lebih bijak.
Pemilik kendaraan sebaiknya rutin melakukan pengecekan sistem bahan bakar jika memakai bensin bercampur etanol.
Pertamina menegaskan formula BBM mereka sudah sesuai standar internasional.
Meski begitu, perbedaan spesifikasi membuat sebagian operator SPBU swasta memilih menunda pembelian base fuel ke Pertamina.
Di sisi lain, etanol menawarkan manfaat lingkungan.
Data US Department of Energy yang terbit pada 2024 mencatat, penggunaan bioetanol mampu mengurangi emisi karbon hingga 30% dibanding bensin murni.
Bagi Indonesia, ini sejalan dengan target pemerintah mencapai net-zero emission pada 2060.
Harus Waspada
Bagi pengguna kendaraan modern, bahan bakar beretanol kemungkinan besar tidak akan menimbulkan masalah berarti. Tetapi bagi pemilik kendaraan lama, kewaspadaan tetap penting.
Pengecekan berkala pada tangki, selang, dan komponen logam sistem bahan bakar bisa mencegah risiko mesin berkarat atau performa menurun.***
Artikel Terkait
Jangan Keliru! Ini Perbedaan Utama Deodorant dan Antiperspirant
Mengenal Terere, Minuman Herbal Dingin Menyegarkan Khas Negara Paraguay
Gangguan Kesehatan yang Datang Tiba-Tiba! Kenali Penyebab dan Pertolongan Pertama untuk Atasi Sakit Gigi
Hati-Hati, Oksidasi Makeup Bisa Bikin Bad Mood! Ini Alasannya Wajah Tampak Kusam dan Lesu
Rahasia Riasan Wajah Tahan Lama: Manfaat Setting Spray, dari Mengunci Makeup hingga Bikin Warna Lebih Keluar