Kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) di dalamnya bisa meningkatkan metabolisme dan mempercepat pembakaran lemak, terutama saat dibarengi olahraga.
“Kafein dalam teh hijau juga memberi efek stimulasi ringan yang meningkatkan pembakaran kalori,” kata Goodson.
Menurutnya, kombinasi EGCG dan kafein mampu membantu memecah lemak, khususnya di area perut.
2. Minuman Cuka Apel
Cuka apel (apple cider vinegar/ACV) mengandung asam asetat yang dapat menurunkan kadar insulin sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh.
Baca Juga: Mengenal Syekh Muhammad Amin al-Husaini, Tokoh Palestina Pendukung Kemerdekaan Indonesia
“Studi menunjukkan bahwa asam asetat bisa mengurangi penumpukan lemak perut dan menekan nafsu makan,” jelas Goodson.
Selain itu, ACV juga mendukung kesehatan pencernaan, mengurangi kembung, dan membuat perut terasa lebih rata.
3. Kopi Hitam
Secangkir kopi di pagi hari bukan hanya mengusir kantuk, tetapi juga membantu proses pembakaran lemak.
Kafein di dalamnya bekerja dengan meningkatkan laju metabolisme sekaligus memberi sinyal pada sel lemak untuk dipecah menjadi energi.
“Penelitian menunjukkan kafein bisa meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak, terutama pada individu dengan tubuh ramping,” ujar Goodson.
Baca Juga: 4 Lokasi Upacara Kemerdekaan Anti Mainstream di Sekitarmu, Dijamin Patriotik!
4. Teh Jahe
Jahe memiliki sifat thermogenic, yaitu mampu menaikkan suhu tubuh sehingga kalori yang dibakar jadi lebih banyak.
Bahkan, sebuah studi dalam Journal of Metabolism menemukan konsumsi teh jahe bisa meningkatkan rasa kenyang dan membantu tubuh membakar kalori lebih efisien.