Mengenal 5 Pantangan Pada Malam Satu Suro

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 25 Juni 2025 | 14:54 WIB
Kirab Malam Satu Suro di Solo (kompas)
Kirab Malam Satu Suro di Solo (kompas)

KLIK SAJA - Malam Satu Suro adalah malam pertama dalam penanggalan Jawa, yang bertepatan dengan tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriyah atau kalender Islam.

Bagi masyarakat Jawa, malam ini bukan sekadar pergantian bulan, tetapi sebuah momen penuh makna spiritual dan mistis.

Dalam sistem kalender Jawa, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam. Karena itu, malam Satu Suro dimulai sejak waktu magrib sehari sebelum tanggal 1 Suro.

Malam ini dianggap sebagai malam sakral, penuh energi spiritual, dan sering diiringi oleh berbagai ritual, doa, dan larangan yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu sumber yang menjelaskan pentingnya malam ini adalah buku "Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa", yang menyebut bahwa sebagian masyarakat Jawa masih memegang kuat kepercayaan tradisional terkait malam Satu Suro.

Dalam pandangan mereka, bulan Suro merupakan bulan keramat, bahkan dijuluki sebagai “galengane taun” atau “pematangnya tahun”—penanda awal siklus kehidupan spiritual dalam setahun.

Berikut adalah beberapa larangan penting atau pantangan yang dipercaya oleh masyarakat Jawa untuk tidak dilanggar selama malam Satu Suro:

  1. Larangan Keluar Rumah

Larangan yang paling umum adalah tidak diperbolehkan keluar rumah setelah magrib.

Banyak orang memilih untuk tetap berada di dalam rumah, menghindari keramaian, dan lebih fokus menjalankan ibadah serta introspeksi diri.

Keyakinan ini bukan semata-mata soal ketakutan akan hal gaib, melainkan wujud penghormatan terhadap waktu yang dianggap sakral.

Dalam keheningan malam, umat diajak untuk mendekat kepada Tuhan.

  1. Larangan Berbicara Berisik

Malam Satu Suro juga identik dengan suasana hening dan penuh khidmat.

Masyarakat, khususnya di Yogyakarta, menjalankan tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng—sebuah ritual berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta tanpa berbicara sepatah kata pun.

Keheningan dipercaya dapat membawa manusia lebih dekat pada makna batin, menjauhkan diri dari kesombongan, dan menghindarkan dari kata-kata sia-sia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X