Kamu mungkin telah menghabiskan begitu banyak waktu dan energi untuk mencoba menyenangkan pasangan toksik, memenuhi ekspektasi mereka, atau bahkan sekadar bertahan, sehingga kamu lupa siapa dirimu sebenarnya di luar hubungan itu.
Langkah penting selanjutnya dalam memulihkan diri adalah secara sadar membangun kembali harga diri yang mungkin telah hancur dan terhubung kembali dengan esensimu yang otentik.
Mulailah dengan berfokus pada dirimu sendiri.
Tanyakan pada dirimu: Apa yang benar-benar aku sukai?
Hobi apa yang membuatku bersemangat?
Nilai-nilai apa yang penting bagiku?
Apa impian atau tujuan yang sempat aku lupakan?
Mulailah melakukan hal-hal kecil yang membuatmu merasa baik tentang dirimu.
Ini bisa sesederhana mencoba resep baru, membaca buku yang sudah lama ingin kamu baca, atau menghabiskan waktu di alam.
Ini adalah praktik self-care.
Self-care bukan hanya tentang berendam air hangat atau pergi ke spa (meskipun itu juga bisa!), tapi lebih dalam lagi tentang memberi nutrisi pada jiwa dan ragamu.
Pastikan kamu cukup tidur, makan makanan bergizi, dan berolahraga jika memungkinkan.
Jaga kesehatan fisikmu, karena itu sangat terkait erat dengan kesehatan mentalmu.
Selain itu, secara proaktif lawan suara-suara negatif yang mungkin masih terngiang di kepalamu dari hubungan toksik.
Identifikasi keyakinan negatif tentang dirimu yang mungkin telah terbentuk.