Camilan sehat seperti buah-buahan, biskuit gandum, atau yoghurt bisa membantu menjaga kadar asam lambung tetap stabil dan mencegah perut terlalu kosong.
Dengan makan teratur, lambung akan terbiasa memproduksi asam lambung pada waktu yang tepat, sehingga risiko iritasi dan peradangan bisa diminimalkan.
Jangan anggap remeh kebiasaan yang satu ini ya, karena dampaknya sangat besar untuk kesehatan lambung kita.
2. Mengunyah Makanan dengan Benar dan Perlahan
Kebiasaan makan yang kedua adalah mengunyah makanan dengan benar dan perlahan.
Mungkin terdengar sepele, tapi proses mengunyah makanan dengan baik memiliki peran yang sangat penting dalam pencernaan.
Ketika kita mengunyah makanan secara menyeluruh, makanan akan lebih mudah dicerna oleh lambung.
Selain itu, proses mengunyah juga akan merangsang produksi air liur yang mengandung enzim pencernaan, yang membantu memecah makanan sejak di dalam mulut.
Jika kita makan terburu-buru dan tidak mengunyah makanan dengan baik, lambung akan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan yang masih berukuran besar.
Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan pencernaan, termasuk sakit maag.
Jadi, usahakan untuk makan dengan tenang, kunyah setiap suapan makanan secara perlahan hingga benar-benar halus sebelum ditelan.
Nikmati setiap gigitan dan hindari melakukan aktivitas lain yang bisa mengganggu konsentrasi saat makan, seperti menonton televisi atau bermain ponsel.
Dengan mengunyah makanan dengan benar, kita membantu meringankan kerja lambung dan mencegah terjadinya iritasi.
3. Hindari Makan Terlalu Banyak dan Makanan Pemicu Asam Lambung
Kebiasaan makan yang ketiga adalah menghindari makan terlalu banyak dalam satu waktu dan menghindari makanan yang dikenal dapat memicu produksi asam lambung berlebihan.