Selain diabetes, konsumsi gula berlebihan juga dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
Gula juga dapat menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh, yang juga berperan dalam perkembangan penyakit jantung.
Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko lain untuk penyakit jantung dan stroke.
5. Gula dan Kesehatan Gigi: Bukan Hanya Mitos, Tapi Fakta yang Menyedihkan
Dampak gula terhadap kesehatan gigi mungkin sudah menjadi pengetahuan umum.
Bakteri di dalam mulut sangat menyukai gula.
Ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman manis, bakteri akan memecah gula tersebut dan menghasilkan asam.
Asam inilah yang kemudian dapat mengikis lapisan email gigi, menyebabkan gigi berlubang (karies) dan masalah gigi lainnya.
Oleh karena itu, mengurangi asupan gula sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah masalah gigi yang menyakitkan dan mahal perawatannya.
6. Dampak Gula pada Mood dan Energi: Rollercoaster yang Bikin Lelah
Mungkin kamu pernah merasakan sensasi "sugar rush" setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, yaitu peningkatan energi yang tiba-tiba.
Namun, efek ini biasanya hanya berlangsung singkat dan diikuti oleh "sugar crash," yaitu penurunan energi yang drastis yang bisa membuat kamu merasa lelah, lesu, dan bahkan mudah marah.
Selain efek jangka pendek ini, konsumsi gula berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan mood seperti kecemasan dan depresi dalam jangka panjang.
Fluktuasi gula darah yang ekstrem dapat memengaruhi neurotransmitter di otak yang berperan dalam mengatur mood.