lifestyle

Menggali Hubungan Antara Suhu Minuman dan Kanker: Apa yang Perlu Anda Ketahui?

Minggu, 22 Juni 2025 | 17:14 WIB
Menggali Hubungan Antara Suhu Minuman dan Kanker: Apa yang Perlu Anda Ketahui? (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Para peneliti menduga bahwa suhu yang sangat tinggi dari minuman tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan sel-sel di esofagus.

Paparan berulang terhadap kerusakan ini dalam jangka waktu yang lama dapat memicu perubahan sel yang mengarah pada perkembangan kanker.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa klasifikasi "mungkin karsinogenik" ini tidak berarti bahwa semua orang yang minum minuman panas pasti akan terkena kanker esofagus.

Risiko kanker dipengaruhi oleh banyak faktor, dan suhu minuman hanyalah salah satunya.

Selain itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya mekanisme pasti bagaimana suhu minuman yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko kanker esofagus.

2. Memahami Batasan Suhu "Sangat Panas" dan Implikasinya dalam Kebiasaan Sehari-hari

Setelah mengetahui adanya potensi risiko dari minuman yang sangat panas, pertanyaan selanjutnya tentu adalah, seberapa panas minuman yang kita konsumsi sehari-hari?

Suhu 65 derajat Celcius atau 149 derajat Fahrenheit mungkin terdengar abstrak bagi sebagian orang.

Untuk memberikan gambaran, suhu kopi atau teh yang baru diseduh biasanya berkisar antara 70 hingga 85 derajat Celcius.

Jadi, minuman yang baru saja diseduh dan langsung diminum tanpa menunggu sedikit dingin termasuk dalam kategori "sangat panas" menurut standar IARC.

Kebiasaan menunggu beberapa saat sebelum menikmati minuman panas mungkin bisa menjadi langkah pencegahan yang sederhana namun efektif.

Memberikan waktu beberapa menit bagi minuman panas untuk sedikit mendingin sebelum diminum dapat mengurangi potensi kerusakan pada lapisan esofagus.

Selain kopi dan teh, minuman panas lain yang mungkin perlu diperhatikan suhunya adalah minuman herbal, sup panas, atau bahkan cokelat panas yang baru dibuat.

Penting untuk diingat bahwa preferensi suhu minuman bisa berbeda-beda bagi setiap orang.

Namun, demi kesehatan jangka panjang, ada baiknya untuk membiasakan diri menunggu minuman panas tidak terlalu mengepul sebelum kita nikmati.

Halaman:

Tags

Terkini