Akibatnya, setelah beberapa bulan (biasanya sekitar 2-3 bulan setelah periode stres), sejumlah besar rambut akan mulai rontok.
Ini bisa sangat mengkhawatirkan karena rambut rontoknya bisa terlihat sangat banyak dan terjadi secara tiba-tiba.
Telogen effluvium biasanya bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali setelah stres mereda.
Tapi, kalau stresnya terus berlanjut, kerontokan rambut juga bisa jadi masalah yang berkepanjangan.
Jadi, penting banget untuk kita bisa mengelola stres dengan baik agar siklus pertumbuhan rambut tetap normal.
2. Stres Memperburuk atau Memicu Trichotillomania, Kebiasaan Mencabuti Rambut
Selain telogen effluvium, stres juga bisa berperan dalam kondisi yang disebut trichotillomania.
Trichotillomania adalah gangguan mental yang ditandai dengan dorongan yang tidak tertahankan untuk mencabuti rambut sendiri.
Kebiasaan ini bisa terjadi pada rambut kepala, alis, bulu mata, atau bagian tubuh lainnya.
Stres dan kecemasan seringkali menjadi pemicu atau memperburuk kondisi trichotillomania.
Ketika seseorang merasa stres atau cemas, mereka mungkin merasa lega atau tenang setelah mencabuti rambutnya.
Meskipun awalnya mungkin terasa seperti cara untuk mengatasi stres, kebiasaan ini justru bisa menyebabkan kerontokan rambut yang signifikan dan bahkan kebotakan di area tertentu.
Trichotillomania membutuhkan penanganan dari profesional kesehatan mental.
Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami kondisi ini, penting untuk mencari bantuan agar bisa mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Mengelola stres dengan cara yang sehat juga bisa menjadi bagian penting dari pemulihan trichotillomania.